Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan 345 Km dari Titik Hilang, Identitas Terungkap Lewat Tes DNA

Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan 345 Km dari Titik Hilang, Identitas Terungkap Lewat Tes DNA
Konferensi pers terkait identifikasi jenazah rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (Arief Ikhsanudin/detikcom)

INFONANGGROE.COM – Jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya teridentifikasi sebagai Surakman, anak buah kapal (ABK) Arupadhatu I yang hilang bersama lima jurnalis dan dua kru lainnya saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Surakman ditemukan pada 12 September 2026, atau hari kelima sejak operasi pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal dimulai di wilayah Selat Sunda. Identitasnya baru dipastikan setelah pemeriksaan DNA selesai dilakukan.

Bacaan Lainnya

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan hasil pemeriksaan DNA diterima Polda Banten pada Selasa (22/9), atau 10 hari setelah jenazah ditemukan di Pulau Enggano.

“Dihasilkan pemeriksaan DNA kurang lebih selama 10 hari. Jadi bukan lama, bukan terlambat, tetapi memastikan tes DNA berjalan dengan baik menghasilkan kejelasan identifikasi sehingga hari ini kita sampaikan kepada rekan-rekan media,” ujar Hengki saat jumpa pers di Polda Banten, Rabu (23/9).

Sebelumnya, setelah mendapat informasi mengenai penemuan jenazah, Polda Bengkulu berkoordinasi dengan Polda Banten untuk mencocokkan data antemortem dan postmortem seluruh rombongan yang dinyatakan hilang.

“Dua hari, tiga hari tidak bisa keluar hasil (tes DNA). Secepat-cepatnya satu minggu, paling lambat dua minggu,” ucap Hengki.

Hengki menjelaskan, Arupadhatu I membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

 

Sehari kemudian, Selasa (8/9), polisi menerima laporan mengenai hilangnya kontak dengan kapal tersebut. Keluarga para korban juga melaporkan bahwa anggota keluarga mereka belum kembali setelah berangkat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Lima jurnalis dan tiga kru yang dinyatakan hilang yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, Donal Husni selaku jurnalis lepas, Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai ABK, serta Heriyanto sebagai pemandu.

Pencarian dilakukan di wilayah Selat Sunda dan kemudian diperluas ke sejumlah wilayah lainnya. Pada hari kelima pencarian, 12 September, aparat menerima informasi mengenai penemuan jenazah Mr X di Pulau Enggano, Bengkulu Utara.

“Di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan jenazah Mr X,” kata Hengki.

Polda Banten kemudian berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk proses evakuasi jenazah. Tim juga mengumpulkan sampel DNA dari delapan keluarga korban untuk keperluan identifikasi.

Hasil pemeriksaan akhirnya memastikan jenazah tersebut adalah Surakman. Identifikasi dilakukan berdasarkan kecocokan dengan data antemortem anak kandungnya.

“Teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat. Tuan Yayat ini adalah putra kandung dari Bapak Surakman,” ucap Hengki.

Berdasarkan pengukuran Google Earth, lokasi ditemukannya jasad Surakman di Pulau Enggano berjarak sekitar 345,05 kilometer dari titik terakhir kapal terdeteksi.

Pulau Enggano berada di perairan Samudra Hindia, sebelah barat daya Pulau Sumatera, dan termasuk wilayah Bengkulu Utara. Sementara itu, berdasarkan informasi dari Komdigi, Arupadhatu I terakhir terdeteksi di Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, yang berada di kawasan Selat Sunda.

Jika ditarik garis lurus dari Pulau Sebesi ke Pulau Enggano, jaraknya sekitar 345,05 kilometer berdasarkan Google Earth.

Pos terkait