Erupsi Anak Krakatau Bikin Daratan Baru Seluas 32,8 Hektare, Warga Diminta Tak Mendekat

Erupsi Anak Krakatau Bikin Daratan Baru Seluas 32,8 Hektare, Warga Diminta Tak Mendekat
Foto: Dok. Istimewa

INFONANGGROE.COM – Fenomena tak biasa terlihat di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Setelah erupsi yang berlangsung beberapa waktu lalu, daratan baru muncul di kawasan tersebut dengan luas mencapai puluhan hektare.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjelaskan kemunculan daratan tersebut berkaitan dengan material yang keluar selama erupsi Gunung Anak Krakatau.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan evaluasi terhadap citra satelit Sentinel, terlihat adanya penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau, khususnya di sektor barat laut-barat-barat daya. Daratan itu terbentuk akibat pengendapan material piroklastik dan aliran lava dari erupsi yang berlangsung menerus pada 4-6 September 2026.

Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, SS Rita Susilawati, menyebut hasil penghitungan sementara menunjukkan adanya penambahan luas daratan yang cukup signifikan.

“Badan Geologi menghitung penambahan luasan sebesar 32,8 ha,” kata Kepala PVMBG, Badan Geologi Kementerian ESDM, SS Rita Susilawati, di laman media sosial Badan Geologi, dikutip dari detikinet.

Selain luas daratan yang bertambah, pengamatan juga menunjukkan kemunculan dua gumuk yang tampak seperti pulau baru di sekitar Gunung Anak Krakatau. Fenomena tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi yang berlangsung dalam waktu cukup lama.

“Kemunculannya ‘kedua pulau’ tersebut diduga berkaitan dengan erupsi menerus selama sekitar 25 jam,” ujarnya.

Meski demikian, Badan Geologi menegaskan bahwa dugaan tersebut masih membutuhkan pembuktian melalui pemeriksaan langsung di lapangan. Verifikasi akan dilakukan dengan membandingkan kondisi Gunung Anak Krakatau sebelum dan sesudah erupsi.

“Tapi sekali lagi ini masih dugaan, yang perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan. Badan Geologi akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi serta melakukan verifikasi lapangan,” ucapnya.

Di tengah munculnya daratan baru tersebut, masyarakat juga diminta memperhatikan aspek keselamatan dan tidak mendekati kawasan yang berada di sekitar dua gumuk pulau tersebut.

“Untuk keselamatan, masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekat pada radius 1 km dari lokasi kedua gumuk pulau yang terlihat di dekat Gunung Anak Krakatau,” imbuhnya.

Pos terkait