Gibran Kunjungi Korban Keracunan MBG di Batang: MBG Jangan di Makan

Gibran Kunjungi Korban Keracunan MBG di Batang: MBG Jangan di Makan
Humas Pemprov Jateng

INFONANGGROE.COM – Sebanyak 660 orang tercatat mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Hingga Senin (28/9/2026), sebanyak 34 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung melihat kondisi penanganan warga yang terdampak. Dalam kunjungannya pada Senin pagi, Gibran meminta penanganan korban menjadi perhatian sekaligus mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan Tim Surveilans Imunisasi dan KLB Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per Senin (28/9/2026) pukul 06.00 WIB, jumlah kumulatif kasus dugaan keracunan di wilayah Bawang mencapai 660 orang.

Dari total tersebut, 34 pasien masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan Kabupaten Batang. Sementara warga lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Gibran mengawali kunjungannya sekitar pukul 09.00 WIB di RSUD Limpung. Ia didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, jajaran Pemerintah Kabupaten Batang, serta tenaga medis.

Sekitar pukul 09.58 WIB, Gibran kemudian menuju Puskesmas Bawang. Setelah itu, ia mendatangi SD Pasusukan Bawang untuk bertemu dengan orang tua, murid, dan guru.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran meminta keamanan makanan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan MBG. Evaluasi tidak hanya menyangkut makanan yang telah dibagikan, tetapi seluruh rangkaian proses penyediaannya, dikutip dari nowdots.

Hal itu meliputi pemenuhan standar higienitas, waktu pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan ketika makanan diterima oleh penerima manfaat.

Program MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintah, menurut Gibran, harus tetap memberikan manfaat kepada masyarakat dengan memastikan kualitas serta keamanan makanan.

Selain persoalan tata kelola makanan, pemerintah juga diminta memastikan warga yang masih dirawat memperoleh pelayanan kesehatan sampai pulih. Keluarga korban juga diharapkan mendapatkan kepastian terkait proses penanganan.

Sementara itu, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami ratusan warga tersebut belum dapat dipastikan. Pemeriksaan dan investigasi masih berlangsung sehingga kesimpulan mengenai sumber dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan.

Gibran meminta proses investigasi segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada masyarakat. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang bersama pemerintah daerah juga masih memantau perkembangan kondisi para korban. Pengawasan dan evaluasi terhadap penyedia layanan makanan MBG turut dilakukan.

Saat bertemu keluarga korban, Gibran menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Di sisi lain, sejumlah wali murid dan siswa di SD Pasusukan menyampaikan harapan agar program MBG tetap dilanjutkan dengan perbaikan tata kelola dan pengawasan.

Pos terkait