Fenomena ‘Telur Ceplok’ Muncul di Kawah Gunung Anak Krakatau, Ternyata Ini Penyebabnya

Fenomena ‘Telur Ceplok’ Muncul di Kawah Gunung Anak Krakatau, Ternyata Ini Penyebabnya
Ramai Fenomena Telur Ceplok di Kawah Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasannya(Instagram/wxchasing)

INFONANGGROE.COM – Penampakan tak biasa muncul di kawasan kawah Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan. Dari udara, sebuah genangan air terlihat memiliki pola warna kuning dan putih yang sekilas menyerupai telur ceplok.

Fenomena tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @wxchasing. Kemunculannya menjadi perhatian karena terlihat setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada 3 September 2026 mereda.

Bacaan Lainnya

Dalam rekaman itu, bagian tengah genangan tampak berwarna kuning, sementara area di sekelilingnya berwarna putih. Pola tersebut membuat permukaan kawah terlihat seperti kuning telur yang dikelilingi putih telur.

Namun, fenomena itu bukan sesuatu yang berkaitan dengan hal misterius. Daryono menjelaskan bahwa perubahan warna tersebut merupakan proses alami yang dapat terjadi di lingkungan kawah gunung api aktif.

“Jadi, fenomena ini merupakan proses geokimia alami di lingkungan kawah vulkanik aktif, bukan sesuatu yang aneh, misterius atau pertanda bahaya,” kata Daryono , Minggu (20/9/2025), dikutip dari kompas.

Daryono kemudian menjelaskan bahwa genangan tersebut mengalami perubahan kondisi kimia akibat adanya interaksi antara sejumlah unsur di dalam kawasan kawah. Kondisi ini juga dapat berubah setelah terjadinya erupsi.

“Saya menyebutnya sebagai genangan kawah yang mengalami perubahan geokimia akibat interaksi air, gas vulkanik, batuan (acid-sulfate alteration). Fenomena ini dapat muncul atau berubah setelah episode erupsi karena sistem hidrotermal dan suplai gas di dalam kawah mengalami perubahan,” ujarnya.

Penjelasan serupa disampaikan Suwarno. Ia memastikan lokasi yang terlihat dalam video tersebut memang berada di kawasan kawah Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, warna pada genangan berkaitan dengan air yang terkontaminasi gas belerang.

“Iya itu kawah GAK, jadi itu adalah air yang terkontaminasi dengan gas belerang,” kata Suwarno dikutip dari Kompas.com, Jumat (18/9/2026).

Suwarno juga menjelaskan bahwa perubahan warna tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh belerang. Kondisi genangan di kawasan kawah juga menjadi bagian dari proses yang membuat warna air terlihat berbeda.

“Tidak semuanya. Kalau belerang semuanya gunung api pasti ada. Di sana ada genangan air, terkontaminasi oleh belerang jadi seperti itu warnanya,” ujar Suwarno.

Selain gas belerang, kondisi dinding kawah juga disebut dapat memengaruhi warna genangan yang terlihat dari udara. Hal itu disampaikan Suwarno dalam penjelasan berikutnya.

“Dan juga bisa terkontaminasi dengan lapisan dinding kawah itu,” lanjutnya.

Dengan demikian, penampakan yang sekilas menyerupai telur ceplok tersebut merupakan perubahan pada genangan di kawasan kawah Gunung Anak Krakatau yang berkaitan dengan proses geokimia alami di lingkungan gunung api aktif.

Pos terkait