INFONANGGROE.COM – Tangisan dan kepanikan pecah saat kebakaran melanda sebuah kontrakan di Jalan Pelajar, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (2/10/2026). Dua balita kembar berusia 4 tahun berada di dalam rumah bersama kakaknya yang berusia 12 tahun ketika api tiba-tiba muncul.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.01 WIB. Petugas Gulkarmat dari Sektor Cakung tiba di lokasi pukul 14.10 WIB dengan mengerahkan tujuh unit mobil pemadam dan 35 personel. Api kemudian berhasil dilokalisasi setelah sekitar 10 menit dan operasi pemadaman berakhir pukul 15.05 WIB.
Namun, kejadian itu meninggalkan duka. Salah satu balita kembar, yakni anak laki-laki, ditemukan meninggal dunia. Sementara saudara kembarnya yang perempuan berhasil diselamatkan.
“Korban luka bakar satu orang A (4) dan meninggal dunia satu orang A (4),” terang petugas Gulkarmat Jaktim, dikutip dari detiknews.
Ketua RT setempat, Marzuki, mengatakan ketiga anak tersebut sedang beristirahat di dalam rumah yang pintunya dikunci dari dalam. Ia mengetahui kejadian itu setelah mendengar teriakan warga.
“Pintu dikunci dari dalam, karena istirahat ya,” kata Marzuki saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/10).
Menurut Marzuki, warga kemudian mendengar kakak korban berteriak setelah melihat api. Situasi tersebut membuat warga langsung berupaya membuka rumah.
“Nah dia (kakaknya balita kembar) teriak-teriak, ‘Ada api!’, di situ (warga tahu ada kebakaran),” jelas Marzuki.
Pintu rumah kemudian dibongkar agar kakak korban dapat keluar. Dalam kepanikan, warga sempat tidak menyadari masih ada dua balita di dalam rumah.
“Langsung dibongkar sama warga tuh (pintu rumah). Langsung dibongkar, nah dia (kakaknya balita kembar) keluar,” ujar Marzuki.
Kesadaran bahwa kedua balita masih berada di dalam rumah muncul setelah kakaknya kembali berteriak. Warga pun berusaha masuk untuk menyelamatkan mereka.
“Kita enggak ngeh yang dua itu loh, kita enggak ngeh si kembar itu. Akhirnya (kakak si balita kembar) bilang, ‘ada dua, ada adik, ada adik!’, nah balik (warga) yang satu, langsung tuh masuk ke dalam (rumah),” terangnya.
Api yang semakin besar membuat proses penyelamatan berlangsung sulit. Hawa panas dan sebagian atap yang runtuh membuat petugas maupun warga tidak dapat langsung menjangkau korban.
“Akhirnya yang satu itu diambil, yang selamat,” ungkap Marzuki.
“Masih kebakaran itu. Masih asap ngebul. Nah, itu kan baru masuk Damkar, belum bisa nolong. Damkar juga enggak bisa (masuk). Akhirnya si korban itu baru diambil setelah proses selesai semua ya,” imbuhnya.
Setelah api sepenuhnya padam, petugas menemukan balita laki-laki tersebut di dekat kamar dalam kondisi duduk.
“Pojok deket kamar, duduk,” ungkap Marzuki.
Dugaan awal, kebakaran dipicu korsleting listrik pada stop kontak kulkas. Dugaan itu berdasarkan keterangan kakak korban yang melihat api pertama kali muncul dari bagian colokan tersebut.
“Kan kita coba nanya ke anaknya juga. Kita juga nggak begitu ini (nyari tahu) banget kan. Dia melihat ada api di colokan itu, colokan kulkas itu ya. Tapi wallahuaalam ya,” kata Marzuki.
Saat kejadian, kedua orang tua korban sedang bekerja. Biasanya, balita kembar tersebut dititipkan kepada saudara ketika kakaknya bersekolah. Namun hari itu sang kakak sedang libur sehingga ia yang menjaga kedua adiknya.
“(Orang tua korban) kerja dua-duanya. Karena kakaknya itu libur, jadi kakaknya yang rawat. Kalau kakaknya masuk (sekolah), anak itu dititipin. Iya, (hari itu) dijagain kakaknya itu,” ungkap Marzuki.
Kondisi rumah kini rusak parah. Hampir seluruh bagian dalam menghitam, sementara barang-barang keluarga, termasuk mainan dan sepeda kecil, hangus terbakar. Tiga rumah lain di sekitarnya juga ikut terdampak.
Marzuki mengatakan ayah korban langsung pulang setelah mendengar kabar kebakaran. Sang ayah sempat hendak masuk ke rumah, tetapi warga melarang karena kondisi masih berbahaya.
“Setelah padam, ini bapaknya tiba-tiba datang tuh. Bapaknya mau itu (ke dalam), kita larang. Karena bahaya juga buat ini (keselamatan) ya. Kita keluarin dulu, tenangin dulu di sini, kita masukin ke sini biar tenang dulu. Udah jangan, dia jangan jangan kita kasih tahu dulu. Khawatir,” pungkasnya.






