BENER MERIAH, INFONANGGROE.COM – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bener Meriah mencatat enam koperasi terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah kecamatan di daerah tersebut. Kerusakan paling banyak terjadi pada kebun kopi milik anggota koperasi serta sarana prasarana pendukung.
Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bener Meriah, Hasra, S.Fil.I., M.A.P., mengatakan pendataan tersebut bersumber dari laporan sementara dalam Tabel Jitupasna Koperasi yang terus diperbarui.
“Berdasarkan data sementara, terdapat enam koperasi yang terdampak banjir dan longsor. Sebagian koperasi telah menyampaikan data kerusakan, dan sebagian lainnya masih dalam proses pelaporan. Data ini bersifat dinamis,” kata Hasra, Jum’at (9/1/2026).
Enam koperasi yang terdampak meliputi Koperasi Produsen Bersama Mandiri Sejahtera (BAHTERA), Koperasi Produsen Petani Kopi Arabika, Koperasi Produsen Kopi Wanita Gayo (KOKOWA), KSU Buana Mandiri, Koperasi Produsen Sumatera Permata Gayo Coffee, serta KSU Permata Gayo.
Rekapitulasi sementara menunjukkan luas kebun anggota koperasi yang terdampak mencapai lebih dari 600 hektar. Rinciannya, kerusakan berat tercatat seluas 250,80 hektar, kerusakan sedang 163,32 hektar, dan kerusakan ringan 206,78 hektar. Kerusakan tersebut tersebar di Kecamatan Bukit, Bandar, Wih Pesam, Permata, Bener Kelipah, Mesidah, dan Timang Gajah.
Hasra menyebut KSU Permata Gayo menjadi koperasi yang mengalami dampak paling parah. Selain kebun anggota, bangunan koperasi dan lahan jemur kopi juga mengalami kerusakan signifikan.
“Estimasi awal kerugian di KSU Permata Gayo mencapai sekitar Rp20 miliar akibat kerusakan bangunan koperasi dan lahan jemur kopi,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pendataan dan verifikasi lapangan masih terus dilakukan. Pemerintah daerah akan menggunakan data tersebut sebagai dasar penanganan lanjutan dan upaya pemulihan bagi koperasi serta anggota terdampak bencana.






