Belasan Siswa SD Keracunan Makanan di Sekolah, Oknum TNI Halangi Wartawan di IGD

Belasan Siswa SD Keracunan Makanan di Sekolah, Oknum TNI Halangi Wartawan di IGD
KERACUNAN MENU MBG - Belasan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, dilarikan ke Puskesmas Lampahan, setelah diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).Artikel ini telah tayang di Tribungayo.com dengan judul BREAKING NEWS: Belasan Siswa SD di Bener Meriah Diduga Keracunan MBG, Wartawan Diancam Oknum TNI, https://gayo.tribunnews.com/bener-meriah/54004/breaking-news-belasan-siswa-sd-di-bener-meriah-diduga-keracunan-mbg-wartawan-diancam-oknum-tni. Penulis: Bustami | Editor: Budi Fatria

INFONANGGROE.COM – Niat hati mendapatkan asupan sehat, belasan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, justru harus terbaring lemas di ranjang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Mereka dilarikan ke Puskesmas Lampahan setelah diduga kuat mengalami keracunan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).

Suasana di Puskesmas Lampahan mendadak tegang dan dipenuhi hiruk-pikuk warga. Para orang tua siswa berdatangan dengan raut wajah panik seiring bertambahnya jumlah anak yang membutuhkan penanganan medis darurat. Beberapa di antaranya bahkan harus langsung mendapat perawatan intensif di ruang IGD karena kondisi yang terus melemah.

Bacaan Lainnya

Sukirno, salah satu wali murid yang berada di lokasi, mengungkapkan kepanikannya saat melihat sang anak mendadak sakit sepulang sekolah.

“Anak saya tiba-tiba mengeluhkan sakit perut, gatal-gatal, dan mual setelah mengonsumsi makanan dari program MBG yang disediakan di sekolah,” ujarnya, dikutip dari TribunGayo.

Sayangnya, di tengah gentingnya penanganan para korban, upaya keterbukaan informasi publik justru dicederai oleh dugaan aksi intimidasi. Jurnalis yang tengah melakukan peliputan, Bustami, mendapat hambatan fisik maupun verbal dari oknum anggota Koramil Timang Gajah bernama Sarno, yang saat itu berjaga di pintu ruang IGD.

Meski sang jurnalis telah menunjukkan identitas resmi kepersaan, oknum berseragam tersebut tetap melarang keras pengambilan gambar dan upaya konfirmasi medis. Tidak hanya itu, ia bertindak kasar dengan menarik jurnalis keluar dari area IGD sambil melontarkan nada ancaman.

“Enggak ada untuk liputan! Kamu jangan buat berita yang enggak-enggak. Enggak boleh masuk!” bentak oknum tersebut seraya menjaga ketat akses masuk.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan sumber pasti keracunan massal yang menimpa para siswa tersebut. Di sisi lain, tim redaksi masih terus berupaya meminta klarifikasi resmi dari Dinas Kesehatan, kepolisian, serta institusi TNI setempat terkait penanganan korban dan insiden penghalangan kebebasan pers di lokasi kejadian.

Pos terkait