BANDA ACEH, INFONANGGROE.COM — Relawan Aceh Tangguh memastikan akan kembali bergerak dalam operasi kemanusiaan gelombang kedua mulai 20 Desember 2025. Operasi ini direncanakan berlangsung di dua titik, salah satunya Kampung Tanjung Gelumpang, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi relawan yang digelar secara daring. Dalam rapat tersebut dijelaskan bahwa Tanjung Gelumpang merupakan lokasi yang sebelumnya telah dikunjungi sekitar satu minggu lalu, namun masih memerlukan penguatan lanjutan.
“Kunjungan pertama kemarin masih fokus pada suplai logistik, penguatan jaringan, air bersih, serta pembersihan masjid. Karena sifatnya masih terbatas, maka dilakukan kunjungan kedua untuk penguatan yang lebih terstruktur,” disampaikan oleh Yulfan, Koordinator Umum Relawan Aceh Tangguh dalam rapat.
Masjid Posko Utama
Pada gelombang kedua ini, relawan akan memprioritaskan perbaikan aliran listrik di masjid desa. Masjid tersebut direncanakan menjadi posko utama tempat berkumpulnya berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan di lokasi tersebut.
“Masjid akan menjadi posko utama, sebagai tempat semua pihak akan berkumpul,” ujar Yulfan. Selain perbaikan listrik, relawan juga akan menyiapkan dapur umum. Langkah ini diambil karena keterbatasan logistik dan kondisi warga yang belum memungkinkan untuk memasak secara mandiri.
“Di sana logistik sangat terbatas untuk memasak sendiri. Karena itu kawan-kawan Aceh Tangguh akan menyediakan dapur umum,” jelasnya.
Fokus Kegiatan
Para relawan memamahi bahwa penyediaan dapur umum perlu dilakukan agar kebutuhan makan warga dapat terpenuhi terlebih dahulu. Setelah itu, relawan akan mengajak masyarakat untuk melakukan kegiatan lanjutan.
“Setelah kebutuhan makan selesai, kami akan mengajak masyarakat melakukan hal-hal lain, seperti pembersihan sekolah, membuka jalur masjid yang tertutup, atau membersihkan tempat-tempat strategis lainnya,” tegasnya.
Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membantu memperkuat kondisi kampung pascabanjir. Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa relawan akan menyesuaikan lokasi intervensi berdasarkan kondisi lapangan. Beberapa desa yang sebelumnya direncanakan untuk dikunjungi akhirnya dialihkan karena telah lebih dulu mendapat penanganan dari pihak lain.
Operasi kemanusiaan gelombang kedua ini akan melibatkan sekitar 25 personel relawan, dengan latar belakang yang beragam. Tim terdiri dari mahasiswa, juru masak, relawan pembersihan, praktisi bangunan darurat, praktisi telekomunikasi darurat, juru komunikasi publik serta tenaga medis yang akan segera bergabung.
“Karena ini lintas profesi dan lintas organisasi, kami datang bukan hanya menyuplai logistik lalu pulang,” tandas Yulfan. Para relawan menyepakati bahwa kegiatan ini sebagai operasi kemanusiaan, dengan tujuan memberikan dukungan nyata sesuai kebutuhan lapangan.
Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331. (Donny Utoyo/Tim Relawan Aceh Tangguh)
#RelawanAcehTangguh #AcehTangguh #BeudohMeusaboh #BangkitBersama







