Polres Aceh Timur Tetapkan Seorang DPO Kasus Perdagangan Manusia

Polres Aceh Timur Tetapkan Seorang DPO Kasus Perdagangan Manusia
Ilustrasi (pixabay)

BANDA ACEH, INFONANGGROE – Polres Aceh Timur menetapkan seorang perempuan bernama Putri, warga Seneubok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur, sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Penetapan ini dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Timur.

Kepala Unit PPA, Bripka Junita Geminas Titi, mengungkapkan bahwa Putri diduga sebagai otak di balik pengangkutan tiga imigran Rohingya dari Aceh Timur ke Medan menggunakan angkutan umum jenis L300.

Bacaan Lainnya

“Putri memerintahkan dua orang, yakni AR dan ZA, untuk membawa tiga imigran Rohingya ke Medan. Mereka menggunakan angkutan umum L300,” ujar Bripka Junita seperti dilansir Serambinews, Jumat, (24/1).

Kasus ini terungkap setelah kepolisian menerima informasi tentang keberadaan imigran Rohingya yang melarikan diri dengan menggunakan angkutan umum. Polisi kemudian berhasil mencegat kendaraan tersebut di kawasan Simpang Komodor. Dalam pemeriksaan, petugas menemukan tiga imigran Rohingya di dalam angkutan umum tersebut.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa AR bertindak sebagai perantara yang membawa imigran dari kamp penampungan ke rumah ZA. Selanjutnya, ZA bertugas menaikkan para imigran ke dalam kendaraan dengan bayaran Rp150 ribu. Sementara itu, AR meminta bayaran Rp300 ribu, namun uang tersebut belum dibayarkan oleh Putri.

Lebih lanjut, penyelidikan menunjukkan bahwa Putri memiliki koneksi dengan seseorang di Medan yang diduga menjadi tujuan akhir pengiriman para imigran. Namun, keberadaan Putri hingga kini belum diketahui, sehingga ia resmi masuk dalam daftar pencarian orang.

“Kami masih mendalami jaringan yang bekerja sama dengan Putri. Penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh,” kata Bripka Junita.

Kasus perdagangan manusia ini menjadi perhatian serius Polres Aceh Timur. Aparat berharap penyelidikan lebih lanjut dapat membongkar jaringan yang terlibat dalam aksi kejahatan ini, mengingat dampaknya yang besar terhadap para korban.

Pos terkait