INFONANGGROE.COM – Pembangunan hunian tetap (huntap) untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Timur memicu kekecewaan. Dalam tinjauan lapangan di Desa Kabu, Kecamatan Peureulak Barat, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menemukan struktur bangunan yang sudah mengalami keretakan pada dua unit rumah contoh, padahal pengerjaannya baru saja rampung.
“Dua rumah contoh yang kita lihat, keduanya khusus bagian depan itu retak. Saya sudah minta agar itu diperbaiki. Kontraktornya berjanji segera memperbaiki ulang dan juga memasang lantai keramik rumah,” tegas Al-Farlaky, dikutip dari Kompas, Kamis (27/8/2026).
Menanggapi temuan tersebut, Al-Farlaky bersama perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan peringatan keras kepada para kontraktor yang menggarap total 2.033 unit huntap di wilayah tersebut. Pihak pelaksana diminta memastikan mutu seluruh elemen bangunan—mulai dari fondasi, dinding, atap, plafon, hingga lantai—sesuai dengan kriteria ketahanan gempa type 36 yang bernilai Rp 70 juta per unit.
Pemerintah Daerah menegaskan bahwa tim teknis akan mengaudit seluruh hasil pengerjaan. Pencairan anggaran pembangunan (amprahan) dipastikan ditahan apabila kualitas bangunan terbukti buruk atau menyimpang dari Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Pembenahan ini mendesak dilakukan agar hunian yang layak dan aman dapat segera diserahteramakan kepada para korban banjir besar November 2025 yang hingga kini masih bertahan di hunian sementara.






