Jepang Akhiri Misi Pemadaman Karhutla di Indonesia atas Permintaan Pemerintah

Jepang Akhiri Misi Pemadaman Karhutla di Indonesia atas Permintaan Pemerintah
Foto: REUTERS/Victor Fidelis Sentosa

INFONANGGROE.COM – Pemerintah Jepang resmi mengakhiri misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia pada 28 September 2026. Keputusan ini menjadi sorotan karena kebakaran masih menjadi perhatian, sementara bantuan dari Pasukan Bela Diri Jepang telah dihentikan.

Kementerian Pertahanan Jepang menjelaskan, penghentian misi dilakukan setelah pemerintah Indonesia menyatakan operasi yang dijalankan personel Jepang telah membantu mencegah kebakaran meluas. Indonesia juga menyampaikan bahwa penanganan selanjutnya dapat dilanjutkan secara mandiri.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangan resminya, Kementerian Pertahanan Jepang menyebut keputusan tersebut ditindaklanjuti melalui perintah penghentian misi bantuan bencana internasional pada 28 September 2026.

“Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pertahanan Jepang hari ini mengeluarkan perintah untuk mengakhiri misi bantuan bencana internasional di Indonesia. Setelah menyelesaikan operasi pemadaman yang telah dijadwalkan hari ini (28/9/2026), personel Jepang akan mengakhiri tugas mereka di Indonesia dan kembali ke Jepang setelah seluruh persiapan selesai dilakukan,” bunyi keterangan Kemenhan Jepang dikutip dari mod, Selasa (13/10/2026).

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Jepang atas dukungan dalam penanganan karhutla.

Bantuan tersebut bermula pada 28 Agustus 2026. Saat itu, Menteri Luar Negeri Jepang berkonsultasi dengan Menteri Pertahanan terkait rencana pelaksanaan misi bantuan bencana internasional di Indonesia.

Setelah konsultasi, Menteri Pertahanan Jepang memerintahkan Komandan Komando Operasi Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang untuk menjalankan misi tersebut.

Operasi pemadaman kemudian dilaksanakan menggunakan helikopter angkut CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang di Pulau Kalimantan sejak 16 September 2026.

Misi itu berakhir setelah rangkaian operasi yang telah dijadwalkan selesai pada 28 September 2026. Personel Jepang selanjutnya dipersiapkan untuk kembali ke negaranya.

Pos terkait