INFONANGGROE.COM – Polemik ribuan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang disebut berada di lokasi tak semestinya, mulai dari kawasan hutan hingga pemakaman dan tengah laut, mendapat tanggapan dari anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung.
Rocky menilai persoalan tersebut tak lepas dari distorsi informasi di media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi berulang melalui algoritma dan teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat membentuk persepsi publik yang berbeda dari kondisi sebenarnya.
Rocky menyampaikan pandangan itu saat menghadiri serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) di Jakarta, Selasa (6/10/2026), dikutip dari Tribunnews.
Ia menyoroti bagaimana informasi yang beredar dapat dikutip berkali-kali hingga memunculkan anggapan yang belum tentu sesuai dengan fakta di lapangan.
“Kan itu fakta yang dibuat oleh AI yang kemudian dikutip 8.300 kali, lalu orang anggap ada 8.375 kali. Masuk di situ,” ujar Rocky.
Rocky juga membantah anggapan bahwa ribuan koperasi mengalami masalah penempatan lokasi. Ia mengklaim hanya tujuh koperasi yang benar-benar salah lokasi, meski persepsi sebaliknya telanjur berkembang di tengah masyarakat.
“Persepsi udah terbentuk bahwa koperasi itu salah tempat, padahal cuman 7 yang salah tempat,” katanya.
Namun, angka tujuh tersebut merupakan klaim yang disampaikan Rocky. Tidak terdapat rincian lokasi maupun hasil verifikasi dalam laporan yang memastikan jumlah koperasi bermasalah tersebut.
Minta Pemerintah Gunakan Logika
Rocky menilai pemerintah perlu menerapkan strategi komunikasi yang lebih efektif untuk menghadapi informasi yang dianggap menyesatkan. Baginya, bantahan semata tidak cukup jika tidak disertai penjelasan yang masuk akal dan mudah dipahami masyarakat.
Ia mendorong pendekatan counter logics, yakni melawan informasi yang dinilai keliru melalui argumentasi logis. Pendekatan itu, menurutnya, dapat menyasar masyarakat yang terbuka terhadap penjelasan berbasis data dan nalar.
Di sisi lain, Rocky berpendapat pemerintah tidak harus selalu menanggapi perdebatan di media sosial dengan serius. Ia bahkan melontarkan kelakar mengenai narasi koperasi yang disebut berada di kuburan, hutan, hingga tengah laut.
Ia menyebut pemerintah bisa merespons narasi tersebut dengan candaan bahwa koperasi itu merupakan bagian dari koperasi bayangan yang dibuat oleh kabinet bayangan.
“Koperasi bayang-bayang. Kan enak becandanya begitu, kan?” selorohnya.
Pernyataan Rocky menyoroti tantangan komunikasi pemerintah di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menekankan pentingnya penggunaan logika dan pendekatan komunikasi yang tepat agar penjelasan pemerintah dapat dipahami masyarakat.





