Masyarakat Akan Berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman pada Hari Damai Aceh 2026, Dilarang Bawa Bendera Bulan Bintang!

Masyarakat Akan Berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman pada Hari Damai Aceh 2026, Dilarang Bawa Bendera Bulan Bintang! Tulisan ini telah tayang di Theacehpost.com dengan judul "Masyarakat Akan Berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman pada Hari Damai Aceh 2026, Dilarang Bawa Bendera Bulan Bintang!
Masjid Raya Baiturrahman Aceh. [Foto: Dok. istimewa] ReferensiUmum

INFONANGGROE.COM – Pelataran Masjid Raya Baiturrahman Aceh diproyeksikan bakal dipadati ribuan warga dari berbagai penjuru daerah pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Pertemuan massal ini digelar untuk memperingati Hari Damai Aceh 2026 yang diisi dengan agenda zikir, doa bersama, serta pemyampaian orasi kebangsaan.

Wakil Ketua Panitia Penyelenggara, Tgk Zainuddin Ubit, menjelaskan bahwa helatan ini murni lahir dari inisiatif warga yang menaruh perhatian besar terhadap dinamika dan kondisi Aceh saat ini.

Bacaan Lainnya

“Kegiatannya diinisiasi oleh masyarakat Aceh. Acaranya nanti akan dirangkai dengan zikir dan doa bersama. Setelah itu nanti akan ada sedikit orasi kebangsaan,” kata Tgk Zainuddin Ubit, dikutip dari theacehpost, Rabu (12/8/2026).

Mengenai sosot yang bakal memimpin orasi, panitia mengaku belum menetapkan nama. Figur orator baru akan disepakati melalui forum rapat lanjutan sewaktu para peserta dari daerah-daerah mulai tiba di lokasi.

Panitia membuka pintu seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat Aceh untuk berpartisipasi. Awalnya, estimasi massa diperkirakan berada di angka 3.000 hingga 4.000 orang. Namun, tingginya antusiasme serta respons publik di media sosial membuat jumlah pendaftar dan kehadiran berpotensi melonjak di luar prediksi awal.

Aturan Ketat: Larangan Kibarkan Bendera Bulan Bintang

Dalam kesempatan tersebut, Tgk Zainuddin Ubit menggarisbawahi aturan tegas mengenai ketertiban acara. Panitia melarang keras peserta membawa maupun mengibarkan Bendera Bulan Bintang. Massa diimbau penuh untuk mencurahkan perhatian pada kekhusyukan ibadah dan penyampaian aspirasi konstruktif demi kemajuan Aceh.

Ia menekankan bahwa hal-hal terkait atribut khusus berada di luar kewenangan panitia, sehingga peserta diminta mematuhi arahan agar tidak menyertakan simbol atau umbul-umbul yang dilarang oleh aturan pemerintah.

Soroti Pembenahan Syariat hingga Isu Strategis Daerah

Fokus utama kumpul massa ini adalah memohon keselamatan, kesejahteraan, serta ketenteraman bagi Tanah Rencong melalui zikir dan doa berjamaah. Di samping itu, momentum ini dimanfaatkan warga sebagai wadah menyuarakan keprihatinan atas sejumlah isu krusial, terutama ancaman pergeseran moral dan kelemahan penegakan syariat Islam.

Berbagai persoalan sosial seperti maraknya judi daring, penyebaran HIV/AIDS, praktik prostitusi, hingga pergaulan bebas menjadi sorotan utama yang perlu segera dibenahi. Selain isu moralitas, pengelolaan kawasan Lapangan Blang Padang yang dinilai kurang memperhatikan waktu ibadah warga turut masuk dalam daftar poin orasi.

Tak berhenti pada isu sosial keagamaan, orasi kebangsaan tersebut rencananya juga membedah deretan persoalan strategis daerah. Beberapa di antaranya mencakup tata kelola sumber daya alam di Blok Andaman, kejelasan proyek irigasi Beutong Ateuh, hingga lambatnya pemulihan infrastruktur pascabencana—termasuk fasilitas jembatan rusak yang tak kunjung rampung diperbaiki walau telah berbulan-bulan berlalu.

Pos terkait