ACEH TENGAH, INFONANGGROE.COM – Di tengah proses pemulihan pascabencana, kegiatan belajar mengajar di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, tetap berlangsung di tiga tenda sekolah darurat yang tersebar di Desa Reje Payung dan Desa Jamat. Sekitar 140 siswa dari SD 10 Linge dan SD 8 Linge saat ini mengikuti pembelajaran di ruang belajar sementara tersebut.
Pada Kamis (5/2/2026), sejumlah mushaf Al-Qur’an serta perangkat alat tulis diserahkan di SD 10 Linge (Tenda 01), Desa Reje Payung. Penyerahan dilakukan oleh Donny Utoyo dari ICT Watch dan Dhea Mangun dari Portkesmas, yang keduanya tergabung dalam Relawan Aceh Tangguh (RAT).
Amanah tersebut berasal dari jejaring Komunitas Tikar Pandan, BPSDM Literasi Digital Komdigi, Daya Warga, Komunitas Rembuk Nusa, dengan dukungan antara lain dari sejumlah orang baik di Relawan TIK, CommonRoom, Portkesmas, dan ICT Watch, yang kemudian disalurkan melalui RAT dalam pendampingan di wilayah Linge.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah perangkat alat tulis diserahkan langsung ke tangan para murid. Sementara mushaf Al-Qur’an diserahkan secara simbolik kepada pihak guru untuk kemudian digunakan dalam kegiatan mengaji setiap harinya.
Rutinitas mengaji menjadi bagian penting dari kehidupan sekolah di Linge. Setiap pagi, mulai pukul 08.30 WIB, para siswa mengawali kegiatan belajar dengan mengaji selama kurang lebih 30 menit, membaca sekitar 20 ayat secara bersama-sama sebelum pelajaran umum dimulai. Kegiatan tersebut tetap dijalankan meski berlangsung di bawah tenda darurat.
Kepala sekolah, Pak Aji, mengatakan bahwa menjaga konsistensi kegiatan belajar dan pembiasaan nilai-nilai agama menjadi prioritas di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
“Rutinitas seperti mengaji setiap pagi itu penting. Anak-anak merasa lebih tenang dan fokus sebelum memulai pelajaran. Itu bagian dari pembentukan karakter mereka,” ujar Pak Aji.
Guru kelas, Kak Wine, menambahkan bahwa kedisiplinan siswa tetap terjaga meski fasilitas terbatas.
“Mereka datang tepat waktu, duduk rapi, dan membaca bersama. Suasana tenda menjadi khidmat ketika ayat-ayat dibacakan. Itu membuat kami yakin semangat mereka tetap kuat,” kata Kak Wine.

SD 10 Linge memiliki sekitar 80 siswa yang terbagi dalam dua tenda, masing-masing berada di Desa Reje Payung dan Desa Jamat. Sementara itu, SD 8 Linge di Desa Jamat menampung sekitar 60 siswa dalam satu tenda darurat.
Di bawah atap terpal yang sederhana, suara anak-anak membaca ayat suci dan menuliskan pelajaran di buku mereka menjadi penanda bahwa pendidikan tetap berjalan. Tiga tenda darurat itu kini bukan sekadar ruang sementara, tetapi simbol keteguhan warga menjaga masa depan generasi mudanya.
Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331. (Donny Utoyo/Tim Relawan Aceh Tangguh)
#RelawanAcehTangguh #AcehTangguh #BeudohMeusaboh #BangkitBersama







