ACEH TENGAH, INFONANGGROE.COM – Relawan Aceh Tangguh (RAT) menghubungkan anak-anak desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, dengan anak-anak dari Jepang dan Filipina melalui pertemuan daring internasional, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini diinisiasi Cordillera Green Network (CGN), organisasi yang juga tergabung dalam RAT.
Koordinator Relawan Aceh Tangguh, Yulfan, mengatakan pertemuan lintas negara tersebut bukan sekadar ajang berbagi cerita, tetapi juga ruang bagi masyarakat internasional untuk memahami langsung dampak bencana yang dialami warga Aceh, khususnya anak-anak di wilayah pedalaman.
Menurut Yulfan, dalam dialog tersebut terungkap bahwa masyarakat di Jepang dan negara lain sebenarnya telah mengetahui penyebab banjir yang berulang di Aceh, termasuk faktor lingkungan dan tata kelola wilayah. Namun, mereka tidak memiliki ruang untuk ikut campur lebih jauh karena persoalan tersebut sepenuhnya berada dalam kewenangan pemerintah Indonesia.
“Warga di luar negeri tahu apa yang terjadi di Aceh, mereka memahami penyebab bencana ini. Hanya saja, mereka tidak bisa mencampuri banyak hal karena ini menyangkut kebijakan dan keputusan pemerintah,” ujar Yulfan.
Dalam pertemuan itu, salah satu peserta dari Jepang, Motoko Shimagami, menyampaikan empati dan dukungan kepada anak-anak Reje Payung. Ia mengaku prihatin atas kondisi yang dialami, serta berharap kehidupan warga dapat segera pulih.
“Terima kasih telah berbagi pengalaman melalui gambar, lagu, dan cerita. Kami tahu keadaannya masih sulit, tapi tetap semangat dan jaga kesehatan. Semoga kehidupan bisa kembali pulih,” ujar Motoko.
Ia juga menyampaikan harapan agar suatu hari dapat bertemu langsung dan mengundang anak-anak Reje Payung untuk berkunjung ke Jepang.
Yulfan menambahkan, banyak pihak internasional sebenarnya ingin membantu lebih konkret, termasuk di bidang pendidikan dan pemulihan pascabencana. Namun, keterlibatan tersebut terbentur regulasi karena status bencana belum ditetapkan sebagai bencana nasional, sehingga ruang kolaborasi internasional menjadi sangat terbatas.
“Dukungan dunia internasional ada, kepedulian juga ada. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian kebijakan agar pemulihan bisa dilakukan secara menyeluruh, terutama untuk masa depan anak-anak,” kata Yulfan.

Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331.
#RelawanAcehTangguh #AcehTangguh #BeudohMeusaboh #BangkitBersama






