Lampu Senter Warnai Layanan Kesehatan RAT di Reje Payung

Lampu Senter Warnai Layanan Kesehatan RAT di Reje Payung

ACEH TENGAH, INFONANGGROE.COM – Relawan Aceh Tangguh (RAT) membuka layanan kesehatan gratis bagi warga Desa Reje Payung dan desa lain sekitarnya di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, pada 3–9 Februari 2026. Layanan ini merupakan bagian dari pendampingan pascabencana, yang difokuskan pada warga dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.

Pelayanan kesehatan ditangani oleh dr. Dhea Mangun dengan dukungan tim Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas) yang tergabung dalam RAT. Setiap malam, layanan dibuka seusai salat Isya di Masjid Reje Payung. Sementara pada siang hari, tim bergerak memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara door to door ke rumah-rumah warga, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lansia, dengan berkoordinasi bersama tenaga kesehatan seperti bidan setempat.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lapangan menunjukkan, masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang bersama warga untuk mengakses layanan kesehatan. Warga datang silih berganti, duduk beralas tikar atau karpet tipis, menunggu giliran pemeriksaan dengan tertib. Di tengah keterbatasan infrastruktur penerangan dan akses internet, relawan tetap memberikan pelayanan medis dasar, mulai dari pemeriksaan keluhan kesehatan, pemberian obat, hingga perawatan luka ringan.

Selain layanan terpusat di masjid, tim RAT juga menyiapkan pelayanan bergerak. Dengan menggunakan sepeda motor, relawan mendatangi rumah-rumah warga yang tidak memungkinkan datang ke lokasi layanan. Medan yang sulit dan jarak antarrumah yang berjauhan menjadi tantangan tersendiri, namun tetap ditempuh agar tidak ada warga yang terlewat dari layanan kesehatan.

“Pada hari pertama dan kedua, kami sudah menerima tidak kurang dari 70 pasien. Pasien datang dari berbagai latar belakang, mulai dari warga Reje Payung, aparat TNI, hingga operator alat berat yang bekerja di lokasi pascabencana,” ujarnya kepada Infonanggroe.com, Rabu (4/2/2025).

Menurut dr. Dhea, keluhan yang paling banyak ditemui di masyarakat umum yang berobat antara lain infeksi saluran pernapasan, nyeri otot dan sendi akibat aktivitas fisik berat. Ditemukan pula kasus penyakit kronis yang sempat tidak tertangani selama masa darurat bencana. Dalam beberapa momen, pemeriksaan harus dilakukan dengan penerangan terbatas menggunakan lampu senter, karena pasokan listrik di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada tim jika terdapat anggota keluarga yang membutuhkan penanganan kesehatan. Tim RAT, kata dia, siap mendatangi langsung ke rumah warga untuk memastikan layanan tetap dapat diberikan.

“Kami ingin memastikan warga tetap mendapatkan akses layanan kesehatan, meskipun berada dalam kondisi pascabencana dan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi maupun transportasi,” katanya.

Layanan kesehatan gratis ini menjadi bagian dari upaya RAT dalam mendampingi proses pemulihan warga, dengan menempatkan kesehatan sebagai kebutuhan dasar yang harus tetap terpenuhi di tengah situasi pascabencana.

Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331. (Donny Utoyo/Tim Relawan Aceh Tangguh)

#RelawanAcehTangguh #AcehTangguh #BeudohMeusaboh #BangkitBersama

Pos terkait