ACEH TENGAH – Masyarakat luas terus mengirim bantuan untuk warga Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Mereka patunan membangun kembali jembatan apung yang hanyut beberapa waktu lalu. Arus sungai yang deras menghanyutkan jembatan darurat hasil swadaya warga dan relawan tersebut.
Hingga saat ini, panitia bencana setempat sudah menerima dana donasi sebesar Rp7.865.000. Angka ini masuk melalui rekening resmi panitia.
Namun, warga Reje Payung masih membutuhkan banyak material. Total kebutuhan riil untuk jembatan itu mencapai Rp22.160.000. Panitia perlu membeli 300 buah drum biru, kawat licin, besi behel pengikat, serta papan dan bruti.
Artinya, panitia masih kekurangan dana sebesar Rp14.295.000 lagi. Sisa uang ini menjadi ujian nyata bagi kepedulian para pemimpin daerah.
Warga akan terisolasi lebih lama jika menunggu birokrasi Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK). Proses anggaran daerah biasanya memakan waktu lama. Padahal, para pejabat bisa menyelesaikan masalah ini dalam hitungan jam jika mereka memakai uang kantong pribadi.
Secara matematis, sisa kekurangan Rp14.295.000 sangat kecil bagi pejabat teras Aceh Tengah. Ada 10 pejabat yang memegang peran penting di wilayah ini. Mereka adalah Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan 7 Anggota DPRK terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Linge.
Jika 10 pejabat ini sepakat patungan, mereka hanya perlu menyumbang Rp1.429.500 per orang. Nominal ini bahkan tidak sampai separuh dari gaji pokok seorang pejabat publik. Namun, uang sekecil itu sangat berarti untuk menyambung akses sekolah anak-anak di pedalaman Linge.
Anda juga bisa melihat simulasi pembagian secara proporsional. Pihak eksekutif (Bupati, Wabup, dan Sekda) mengambil porsi total Rp6.000.000. Sisa kekurangan sebesar Rp8.295.000 menjadi tanggung jawab 7 Anggota DPRK Aceh Tengah dari Dapil 2.
Melalui skema ini, para legislator Dapil 2 hanya perlu menyetor sekitar Rp1.185.000 per orang. Mereka adalah Saiful MS. Amirullah, S.Pd.I. (PKB), Asma Yanti (Gerindra), Jihar Firdaus, S.T. (PDIP), Hasbullah (Golkar), Genap (NasDem), Ikhsanuddin (PKS), dan Ilyas Sadikin (Demokrat).
Ketujuh anggota dewan ini memegang beban tanggung jawab moral paling besar. Desa Reje Payung merupakan basis daerah pemilihan mereka pada pemilu lalu. Warga kini menanti aksi nyata mereka, bukan sekadar janji manis saat mencari suara.
Saat ini, Panitia Penanganan Penanggulangan Bencana Reje Payung masih membuka dompet donasi. Para dermawan dan pejabat daerah bisa mengirim iuran pribadi ke rekening Bank BSI: 7346984303 atas nama PMPB REJE PAYUNG.
Donatur juga bisa menghubungi panitia langsung melalui Zainudin (0851-2678-7918), Zulfaisal (0822-2657-9893), atau Mulia Rizki (0822-7636-1565).
Masyarakat kini menunggu sikap para pemimpin. Apakah rakyat kecil yang harus melunasi sisa Rp14 juta ini, atau justru dompet pribadi Bupati dan anggota dewan terhormat?






