Relawan Aceh Tangguh Tembus Medan Berat ke Linge Aceh Tengah

Relawan Aceh Tangguh Tembus Medan Berat ke Linge Aceh Tengah

ACEH TENGAH, INFONANGGROE.COM – Relawan Aceh Tangguh (R.A.T) kembali menembus medan berat menuju Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, untuk melanjutkan aksi kemanusiaan di wilayah yang masih terkendala akses.

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Banda Aceh, tim akhirnya tiba di Reje Payung pada Selasa dini hari, 3 Februari 2026. Mereka sempat menyeberangi sungai dan melansir logistik melalui jalur berbatu.

Bacaan Lainnya

Koordinator Relawan Aceh Tangguh, Yulfan, mengatakan perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu seharian penuh karena kondisi geografis yang tidak mudah.

“Kita berangkat dari Banda Aceh ke Aceh Tengah, lanjut ke Linge. Logistik harus kita lansir lewat Sungai Kala Ili, kemudian kita pindahkan lagi melewati jalur berbatuan sampai ke Desa Jamat dan menyeberang sungai menuju Reje Payung,” kata Yulfan.

Setibanya di lokasi, relawan menggelar pertemuan pagi untuk memastikan kesiapan personel sekaligus menyesuaikan rencana kerja dengan kondisi lapangan yang dinamis. Yulfan menyebut pengecekan kesehatan relawan menjadi langkah awal sebelum menjalankan agenda lapangan.

“Kita pastikan dulu semua kawan-kawan dalam kondisi sehat dan siap. Ini penting karena medan kerja cukup berat dan kita tidak ingin ada yang memaksakan diri,” ujarnya.

Pada hari pertama, kegiatan RAT difokuskan untuk menata dan mengelompokkan logistik agar distribusi bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran sesuai kebutuhan warga di wilayah terdampak.

Selain itu, Relawan Aceh Tangguh juga menyiapkan “Ruang Ketiga” di Masjid Reje Payung sebagai ruang aktivitas warga. Fasilitas ini disiapkan untuk layanan psikososial, internet community center, literasi kesehatan dan digital, serta agenda khusus bagi anak-anak guna mendukung pemulihan sosial di tengah situasi yang masih terbatas.

Relawan turut melakukan pendataan partisipatif untuk desa-desa yang terdampak serius. Tim pendataan menyiapkan daftar lokasi sasaran, termasuk wilayah Kemukiman Jamat dan beberapa desa di sekitarnya. Data itu menjadi dasar penyusunan blueprint partisipatif yang rencananya akan dipaparkan dalam Musara Pakat Linge pada 8 Februari 2026.

Sementara itu, relawan juga memasang jaringan internet untuk kebutuhan konektivitas tim. Tenaga ahli IT profesional memasang perangkat tersebut dan membuka akses bagi warga yang ingin menggunakan internet di lokasi.

“Konektivitas penting, bukan cuma untuk koordinasi tim, tapi juga membantu warga tetap terhubung dan mendapatkan informasi,” kata Yulfan.

Pos terkait