Jaringan Pascabanjir Mulai Pulih, Warga Linge Minta Komdigi Perkuat Stabilitas Sinyal

Jaringan Pascabanjir Mulai Pulih, Warga Linge Minta Komdigi Perkuat Stabilitas Sinyal

ACEH TENGAH – Masyarakat Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, menilai upaya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama operator seluler dalam memulihkan jaringan telekomunikasi pascabanjir mulai dirasakan, meski masih menghadapi sejumlah keterbatasan di lapangan.

Agus Salim, warga Desa Reje Payung, mengatakan saat banjir melanda, jaringan listrik dan internet terputus total sehingga warga kesulitan berkomunikasi dengan keluarga maupun menyampaikan kondisi darurat kepada pemerintah. Kondisi tersebut berlangsung selama beberapa hari akibat hujan yang turun tanpa henti.

Bacaan Lainnya

“Waktu banjir itu, listrik dan jaringan benar-benar terputus. Kami tidak bisa menghubungi keluarga atau memberi tahu kondisi desa kepada siapa pun,” ujar Agus, Jum’at (16/1/2026).

Ia menyebutkan, jaringan komunikasi baru mulai bisa diakses sekitar 10 hari setelah bencana. Namun, jaringan yang tersedia masih bersifat darurat dan belum sepenuhnya stabil karena mengandalkan layanan Starlink serta pasokan listrik sementara.

“Sinyal baru muncul sekitar 10 hari setelah banjir. Sekarang sudah bisa dipakai, tapi kadang hidup, kadang mati,” katanya.

Menurut Agus, pemulihan jaringan telekomunikasi saat ini masih bergantung pada operasional Base Transceiver Station (BTS) yang menggunakan genset. Akibatnya, jaringan akan terhenti ketika pasokan bahan bakar habis.

“BTS dihidupkan pakai genset. Kalau bensin habis, jaringan ikut mati. Jadi memang belum bisa stabil sepenuhnya,” jelasnya.

Meski demikian, Agus mengapresiasi langkah Komdigi dan operator seluler yang telah menghadirkan jaringan darurat di wilayah terdampak. Ia menilai keberadaan jaringan, meskipun terbatas, sangat membantu masyarakat untuk mengabari keluarga serta menyampaikan kebutuhan mendesak kepada pemerintah.

“Sekarang setidaknya kami sudah bisa berkomunikasi dan mengabari keluarga. Itu sangat membantu dibandingkan saat jaringan benar-benar putus,” ujarnya.

Selain pemulihan jaringan telekomunikasi, masyarakat juga berharap pemerintah dapat mempercepat perbaikan infrastruktur lainnya seperti listrik, jalan, dan jembatan yang rusak akibat banjir. Menurut warga, akses infrastruktur yang baik sangat berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian.

“Kalau jembatan dan jalan belum pulih, hasil kebun seperti kopi dan kemiri sulit dijual karena tidak ada akses keluar. Kami berharap pemulihan dilakukan secara menyeluruh,” kata Agus.

Masyarakat berharap ke depan pemulihan jaringan telekomunikasi dapat dilakukan secara lebih permanen dan stabil, sehingga layanan komunikasi tetap terjaga saat terjadi bencana dan dapat mendukung aktivitas sosial serta ekonomi warga.

Pos terkait