ACEH TAMIANG, INFONANGGROE.COM – Masjid Tanjung Geulumpang, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, menjadi ruang kebersamaan warga pada Senin (29/12/2025). Dalam suasana hangat dan sederhana, Relawan Aceh Tangguh memfasilitasi kegiatan komunal yang berlangsung bersamaan: remaja dan warga dewasa memanfaatkan internet sambil mengisi survei sederhana, ibu-ibu berbincang di pelataran masjid seraya sesekali tersungging senyuman di bibirnya, serta anak-anak kecil menggambar dan mewarnai dengan riang.
Sejak sore hari, remaja dan warga dewasa terlihat berkumpul di dalam masjid. Sebelum menggunakan akses internet yang tersedia, mereka terlebih dahulu diminta mengisi survei sederhana tentang masjid sebagai ruang komunal dan pemanfaatan internet. Survei ini bertujuan untuk mendengar langsung pandangan warga mengenai fungsi masjid, kebiasaan berkumpul, serta dampak kehadiran internet dalam kehidupan sehari-hari pascabencana.
Karena keterbatasan fasilitas, survei dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Pertanyaan ditulis tangan di atas kertas, ditempel di dinding masjid, lalu dijawab langsung oleh warga dengan masing-masing menuliskan jawabannya di selembar kertas. Proses pengisian survei berlangsung santai, diselingi percakapan ringan antarwarga, sehingga tidak terasa sebagai kegiatan formal, melainkan bagian dari obrolan bersama.
Ruang Komunal yang Hidup
Sementara remaja dan warga dewasa mengisi survei dan berinternet bersama, suasana hangat juga tampak di pelataran masjid. Sejumlah ibu terlihat menemani anak-anak kecil mereka sambil duduk dan berbincang. Pelataran masjid menjadi ruang sosial yang hidup, tempat para ibu saling bertukar cerita, mengawasi anak-anak, dan menikmati suasana kebersamaan.
Di dalam masjid, anak-anak kecil duduk berkelompok dengan kertas dan pensil warna. Mereka menggambar dan mewarnai sesuai imajinasi masing-masing. Sesekali terdengar tawa, sesekali anak-anak menghampiri relawan untuk memperlihatkan hasil gambar mereka. Aktivitas ini menjadi bagian dari pendampingan psikososial yang memberi ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.
Di sela kegiatan tersebut, Relawan Aceh Tangguh juga melakukan screening kesehatan dasar terhadap beberapa anak yang hadir. Pemeriksaan dilakukan secara sederhana dan non-invasif, meliputi pemantauan kondisi umum serta penelusuran keluhan kesehatan ringan, sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan anak-anak di tengah proses pemulihan pascabencana.
Seluruh kegiatan berlangsung bersamaan tanpa sekat. Remaja dan warga dewasa mengisi survei dan menggunakan internet, ibu-ibu berbincang santai, anak-anak menggambar dan bermain, sementara relawan berperan sebagai fasilitator yang menjaga suasana tetap aman dan nyaman.
Melalui kegiatan ini, Masjid Tanjung Geulumpang kembali menegaskan perannya sebagai ruang komunal warga, tempat berkumpul, berbagi, belajar, dan saling menguatkan, di tengah upaya pemulihan pascabencana. Harapan relawan, pada malam terakhir tersebut sebelum mereka harus meninggalkan Desa Tanjung Geulumpang keesokan harinya, suasana guyub, ceria dan gotong-royong akan terus menguat diantara warga terdampak, sembari menyonsong proses pemulihan yang terus dikebut oleh pemerintah dan berbagai pihak.
Adapun kondisi di Desa Tanjung Geulumpang ini masih belum ada aliran listrik PLN, akses utama jalan darat masih terputus, sinyal seluler baru ada Telkomsel dan hilang timbul, serta warga di sejumlah dusun masih jauh lokasinya dari akses air bersih. Internet dapat hidup dengan bantuan solar panel dan genset, menggunakan perangkat Starlink donasi dari SpaceX kepada Kementerian Komdigi melalui Wamen Nezar Patria, yang dikelola oleh Relawan Aceh Tangguh.
Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331. (Donny Utoyo/Tim Relawan Aceh Tangguh)
#RelawanAcehTangguh #AcehTangguh #BeudohMeusaboh #BangkitBersama








