Di Bawah Langit, Warga Tanjung Geulumpang Tangguh Bersama

Di Bawah Langit, Warga Tanjung Geulumpang Tangguh Bersama

ACEH TAMIANG, INFONANGGROE.COM – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di halaman masjid Desa Tanjung Geulumpang, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, saat warga berkumpul mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar Relawan Aceh Tangguh (RAT), Sabtu (27/12/2025). Anak-anak, orang tua, dan para relawan larut dalam gelak tawa melalui permainan sederhana sebelum pemutaran film dimulai. Kegiatan tersebut menjadi ruang temu yang ringan namun bermakna, sekaligus penanda bahwa di tengah keterbatasan pascabencana, harapan dan kebersamaan tetap hidup.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Relawan Aceh Tangguh, Yulfan, yang juga merupakan praktisi dan pengajar hukum, menyampaikan apresiasi kepada warga atas semangat warga bantu warga dan gotong royong yang terbangun selama masa tanggap darurat. Ia menekankan bahwa kebersamaan antara relawan dan masyarakat merupakan fondasi penting untuk bertahan dan bangkit bersama, serta optimisme perlu dirawat secara kolektif oleh seluruh warga. “Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Tanjung Geulumpang. Gotong royong antara relawan dan warga inilah yang membuat kita tetap kuat. Optimisme ini perlu kita jaga bersama, agar harapan untuk bangkit tidak pernah padam,” ujar Yulfan.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Basra Amru, seorang dokter dan penyuluh kesehatan, menyampaikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan pascabencana. Ia mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit campak, khususnya pada anak-anak, mengingat kondisi lingkungan dan keterbatasan fasilitas dapat meningkatkan potensi penularan penyakit. Basra menekankan pentingnya kebersihan, pemantauan kesehatan, dan langkah pencegahan sejak dini. “Campak bisa berbahaya, terutama bagi anak-anak. Karena itu penting bagi kita semua untuk menjaga kebersihan dan memperhatikan kesehatan sejak dini, agar tidak muncul masalah kesehatan baru di tengah proses pemulihan,” jelas Basra.

Di sisi lain, Donny Utoyo, seorang pegiat literasi digital, mengajak warga untuk memperkuat literasi digital dasar sebagai bagian dari perlindungan sosial pascabencana. Ia menekankan pentingnya berpikir kritis dalam menyikapi informasi di internet, tidak mudah percaya pada kabar yang beredar, serta membiasakan diri mencari rujukan dari sumber yang lebih paham dan terpercaya. Terkait bahaya judi online (judol), Donny mengajak warga memanfaatkan fasilitas Internet di masjid untuk kegiatan yang positif, kreatif, dan memperkuat kebersamaan. “Internet ini jangan sampai membawa mudarat. Mari kita gunakan Internet dan masjid untuk hal-hal yang baik, belajar, berkreasi, dan saling menguatkan,” tandas Donny.

Melalui kegiatan nobar ini pulalah Relawan Aceh Tangguh mohon pamit dan berterimakasih kepada warga Tanjung Geulumpang. Pemulihan tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Di bawah cahaya layar yang sederhana, di halaman masjid yang masih menyimpan jejak bencana, tawa anak-anak, percakapan warga, dan pesan-pesan kebaikan bertemu dalam satu ruang kebersamaan. Malam itu, nobar menjadi pengingat bahwa selama warga saling menjaga, saling menguatkan, dan mau terus berharap, optimisme akan selalu menemukan jalannya.

Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331.

#RelawanAcehTangguh #AcehTangguh #BeudohMeusaboh #BangkitBersama

Relawan Aceh Tangguh Berpamitan dan Berterimakasih Kepada Warga Tanjung Geulumpang

Pos terkait