Senyum di Atas Lumpur: Ketika Teras Masjid Menjadi Ruang Harapan Anak-Anak Tanjung Geulumpang

Senyum di Atas Lumpur: Ketika Teras Masjid Menjadi Ruang Harapan Anak-Anak Tanjung Geulumpang

ACEH TAMIANG, INFONANGGROE.COM – Kertas putih yang semula kosong perlahan dipenuhi coretan warna. Di atas hamparan tikar sederhana di teras Masjid Desa Tanjung Geulumpang, puluhan pasang tangan kecil kembali menggenggam pensil warna dengan penuh semangat. Bagi anak-anak itu, aktivitas mewarnai bukan sekadar permainan, melainkan cara sederhana untuk sejenak menjauh dari ingatan pahit banjir bandang yang melanda desa mereka tepat sebulan yang lalu.

Relawan Aceh Tangguh menginisiasi kegiatan psikososial pertamanya pada hari Jum’at (26/12/2025). Teras masjid dipilih bukan tanpa alasan. Bangunan itulah satu-satunya fasilitas umum yang relatif bersih dari kepungan lumpur, sekaligus menjadi pusat aktivitas warga yang kehilangan hampir seluruh ruang publik mereka.

Bacaan Lainnya

Kondisi pendidikan di Tanjung Geulumpang kini berada di titik terendah. Berdasarkan hasil asesmen tim relawan, sedikitnya 160 siswa mulai dari jenjang PAUD hingga sekolah menengah atas kehilangan tempat belajar. Empat bangunan pendidikan, yakni PAUD/TK, SD Negeri, SMP Negeri, hingga TPA, rusak parah dan masih tertimbun lumpur tebal. Ruang-ruang kelas yang dahulu riuh oleh tawa kini sunyi, tanpa tanda-tanda pemulihan. Hingga hari ini, belum ada bantuan perbaikan yang menyentuh bangunan-bangunan tersebut.

Di tengah keterbatasan itu, relawan berusaha menjemput kembali tawa yang sempat hilang. “Awalnya kami ragu, apakah kegiatan sesederhana ini benar-benar mereka butuhkan di tengah kondisi sulit seperti sekarang,” ujar salah satu relawan. Keraguan itu segera luruh. Anak-anak berdatangan, jumlahnya melonjak dari sekitar 10 orang menjadi hampir 50 anak. Suasana pun berubah riuh. Tawa pecah saat mereka menyusun puzzle, meronce gelang, dan saling menunjukkan hasil gambar dengan mata berbinar.

Kegiatan ini menjadi upaya kecil untuk membantu pemulihan trauma sekaligus melepas rindu pada suasana sekolah yang telah lama terhenti. Di balik goresan pensil warna dan permainan sederhana, tersimpan harapan yang sama: kembali belajar seperti sediakala, di ruang kelas yang layak dan aman.

Waktu kebersamaan memang singkat, peralatan yang tersedia pun sangat terbatas. Namun bagi anak-anak Tanjung Geulumpang, kehadiran relawan adalah penegas bahwa mereka tidak sendiri, tidak dilupakan. Meski bangunan sekolah masih terkubur lumpur, semangat mereka tidak boleh ikut tertimbun. Dari teras masjid itu, mereka terus menatap ke arah puing-puing sekolah, menunggu hari ketika keajaiban datang dan bangku-bangku kelas kembali menjadi tempat mereka merajut masa depan.

Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331. (Donny Utoyo/Tim Relawan Aceh Tangguh)

#RelawanAcehTangguh #AcehTangguh #BeudohMeusaboh #BangkitBersama

Pos terkait