BANDA ACEH, INFONANGGROE.COM — Relawan Aceh Tangguh bersama jejaring relawan lintas organisasi memastikan penguatan telekomunikasi dan kelistrikan darurat menjadi salah satu fokus utama dalam operasi kemanusiaan yang dimulai pada 20 Desember 2025.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi daring relawan, yang membahas rencana pergerakan serentak ke Aceh Tengah dan Aceh Tamiang, Jumat (19/12/2025)
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa tambahan perangkat Starlink akan di dideploy oleh tim Relawan TIK dan Air Putih yang tergabung dalam Relawan Aceh Tangguh ke lapangan untuk mendukung kebutuhan komunikasi relawan dan masyarakat di wilayah terdampak.
Tambahan 10 Starlink ke 2 Wilayah
Relawan menyampaikan bahwa masing-masing wilayah akan diperkuat dengan empat unit Starlink.
“Kawan-kawan yang akan bergerak ke Aceh Tengah maupun masuk ke Tamiang akan diperkuat dengan tambahan Starlink. Empat Starlink ke Tengah, empat Starlink ke Tamiang, dan dua sebagai backup” disampaikan oleh Donny Utoyo, tim Relawan Aceh Tangguh yang bertanggung-jawab untuk mengelola bantuan Starlink dari SpaceX melalui Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria.
Relawan menegaskan bahwa penempatan dan pengoperasian Starlink akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan. “Soal deployment-nya akan dilihat dari kondisi di lapangan,” ujar Donny. Dalam rapat dijelaskan pula bahwa keberadaan Starlink di lapangan juga sangat membantu relawan. “Relawan apapun, tentu membutuhkan telekomunikasi darurat dengan Starlink untuk koordinasi dan meminta bantuan dukungan,” tegas Donny, yang juga pegiat ICT Watch.
Transisi dari Genset ke Panel Surya
Selain telekomunikasi, relawan juga membahas penguatan kelistrikan darurat. Dalam rapat disampaikan rencana untuk beralih dari penggunaan genset berbahan bakar ke sistem panel surya untuk mendukung operasional Starlink. “Di Aceh Tamiang, kita akan upgrade kelistrikan dari genset ke panel surya set. Itu jauh lebih efisien karena tidak membutuhkan bahan bakar,” tandas Donny. Sebelum ini Relawan Aceh Tangguh telah menggelar perangkat Starlink di sejumlah titik terdampak di Aceh yang info lokasinya dapat dibaca di https://s.id/acehtangguh.
Langkah transisi ini diambil karena keterbatasan pasokan bahan bakar di wilayah terdampak bencana. Universitas Terbuka Medan juga menyampaikan rencana dukungan panel surya set untuk membantu kebutuhan penerangan, khususnya di malam hari. Organisasi Portkesmas, yang beranggotakan para dokter muda, dan Risk Communication and Community Engagement (RCCE) Indonesia turut mengirimkan bantuan panel surya set berikut dengan dengan portabel power station.
Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331.
#RelawanAcehTangguh #AcehTangguh #BeudohMeusaboh #BangkitBersama






