ACEH TAMIANG, INFONANGGROE.COM – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir 2025 berdampak serius terhadap Gampong Tanjung Geulumpang, Kecamatan Sekerak. Akses darat terputus, fasilitas publik rusak, dan layanan dasar masyarakat lumpuh hampir sepenuhnya.
Berdasarkan laporan operasional Relawan Aceh Tangguh per 13 Desember 2025, jalur utama desa terputus sepanjang sekitar 1.000 meter, membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Kondisi ini memutus distribusi logistik dan menghentikan aktivitas ekonomi warga yang mayoritas bergantung pada sektor perkebunan sawit dan karet.
Di tengah keterisolasian tersebut, relawan memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Dapur umum didirikan dan dioperasikan setiap hari untuk menyediakan makanan siap santap bagi warga terdampak, termasuk anak-anak dan lansia. Proses memasak dilakukan dengan keterbatasan air bersih dan listrik, sehingga relawan memanfaatkan air galon serta sumber energi darurat.
Selain pangan, relawan juga berupaya menjaga akses informasi dan komunikasi warga. Perangkat telekomunikasi darurat menggunakan Starlink diaktifkan untuk memungkinkan warga menghubungi keluarga, menyampaikan kebutuhan mendesak, serta mendukung koordinasi distribusi bantuan.
Dari sisi hunian, tercatat 96 rumah rusak total atau hilang, 77 rumah rusak berat, dan 19 rumah rusak ringan. Relawan bersama masyarakat setempat melakukan pendataan per dusun untuk memastikan bantuan hunian sementara dan logistik non-pangan tepat sasaran.
Relawan Aceh Tangguh menilai bahwa keberlanjutan dapur umum, akses komunikasi darurat, serta pemulihan jalur distribusi menjadi kunci agar warga dapat bertahan sambil menunggu fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331. #relawanacehtangguh. (Donny Utoyo/Tim Relawan Aceh Tangguh)







