PNA Akan Konsultasi dengan Irwandi Yusuf

  • Whatsapp
Samsul Bahri ( Tiyong) SERAMBI/BUDI FATRIA

BANDA ACEH – Partai Nanggroe Aceh (PNA) belum memutuskan figur calon wakil gubernur (cawagub) Aceh sisa masa jabatan 2017-2022, mendampingi Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Terkait hal itu, Ketua Umum DPP PNA, Samsul Bahri Bin Amiren alias Tiyong mengatakan akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan mantan gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Irwandi sendiri saat ini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin Bandung setelah divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta serta subsider 3 bulan kurungan karena tersandung kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

Baca juga:
Ihwal Wagub Aceh, Idealnya Diisi Oleh PNA

“Kita belum konsultasi dengan Pak Irwandi, belum bisa kita ambil kesimpulan. Kita tetap konsultasi karena yang gubernur kemarin itu beliau. Setelah tidak ada lagi beliau, sebenarnya jatah beliau juga, makanya kita berkonsultasi lagi dengan beliau bagaimana baiknya dengan beliau, menghargai beliau,” kata Tiyong.

Anggota DPRA ini menyatakan akan menjumpai Irwandi dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa untuk saat ini tidak ada lagi dualisme di tubuh PNA. “Masalah partai tidak ada masalah lagi. Tinggal konsultasi dengan beliau, bagaimana kesepakatannya itu yang kita jalankan,” ujar Tiyong.

Meski partai pengusung sudah mengusulkan kader sendiri, namun hingga saat ini belum ada komunikasi lintas partai terkait pemilihan dan pengusulan calon wakil gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022.

“Tingkat partai pengusung belum ada komunikasi. Saat ini kita duduk di internal dulu,” tambah Tiyong.

Sementara itu, Ketua Fraksi PNA di DPRA, Safrizal, berharap partai pengusung lain memahami etika politik bahwa posisi yang ditinggal saat ini merupakan milik Irwandi Yusuf. Ia menyampaikan hal itu karena beberapa partai pengusung telah mengusulkan calon sendiri untuk posisi Wagub.

Baca juga:
Ketua DPRA tak Umunkan Susunan Fraksi PNA, Karena Konflik Internal Partai

Safrizal mengatakan, ia menghargai sikap partai pengusung lain yang mengusulkan calon sendiri, karena itu memang merupakan hak prioritas partai pengusung.

“Kita menghargai partai lain, tetapi tidak mengenyampingkan etika dan moral politik. Saya pikir komunikasi politik harus jalan. Itu akan dikoordinasikan kembali dengan Pak Irwandi karena posisi yang ditinggal milik Pak Irwandi,” demikian Safrizal.

Rubrik       : Politik
Editor       : https://serambi.com

Pos terkait