BPN Aceh Timur Wujudkan Reforma Agraria di Desa Kuala Parek melalui Penyerahan Sertipikat Redistribusi Tanah

  • Whatsapp

ACEH TIMUR, INFONANGGROE.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Timur melaksanakan penyerahan sertipikat tanah untuk kegiatan Redistribusi Tanah di Gampong (Desa) Kuala Parek Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur. Sebanyak 65 Sertipikat tanah yang telah dikeluarkan Kantor Pertanahan Aceh Timur, diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Timur, Bapak Hasballah M Thaib kepada 65 KK di Gampong Kuala Parek yang pernah menetap dalam wilayah tersebut.
Selasa, 8 September 2020.

Gampong Kuala Parek adalah sebuah gampong terletak di pesisir pantai timur Sumatera ini berbentuk pulau-pulau yang dikelilingi oleh laut yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan sungai. Wilayah ini masuk dalam administrasi Kecamatan Sungai Raya dan merupakan bagian dari objek pelepasan kawasan hutan.

Secara historis, Gampong Kuala Parek ini sudah ada sejak dahulu, namun masyarakatnya selama ini harus berdomisili di Komplek Perumahan Kuala Parek di Gampong Labuhan Keude Kecamatan Sungai Raya sejak terjadi Tsunami tahun 2004.

Baca juga:
Seluruh Mahasiswa Simeuleu Adakan Kegiatan Diskusi Publik Berbasis Online

“Wilayah ini sudah kami huni sajak dahulu, namun setelah diterjang Tsunami pada tahun 2004, masyarakat gampong harus mengungsi dan menumpang di gampong Labuhan Keude.” Ungkap Syahrial Abdullah selaku Keuchik Kuala Parek saat memberikan sambutan.

Syahrial menambahkan, “besarnya Keinginan masyarakat Gampong Kuala Parek untuk kembali ke kampung halaman ini sudah terjawab dengan kami terimanya 65 sertipikat dari BPN Aceh Timur, selanjutnya kami sangat berharap jembatan penghubung ke pulau ini bisa juga segara direalisasikan” harap beliau.

Kegiatan redistribusi tanah ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang ditingkatkan Pemerintahan melalui program reforma agraria dalam upaya guna mendorong pemulihan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kegiatan ini juga memecahkan polemik pertanahan yang terjadi di Gampong Kuala Parek dimana wilayahnya masuk dalam kawasan hutan dan telah dilakukan gugatan/ permohonan pelepasan kawasan oleh pihak desa seluas 920 hektar yang diusulkan dan disetujui sekitar 120 hektar.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Timur, M. Taufik, S.Si., M.M. menerangkan dalam sambutannya, “Alhamdulillah, program reforma agraria hari ini menyentuk Desa Kuala Parek. Reforma agraria ini bentuknya ada tiga, yaitu legalisasi aset, redistribusi tanah dan perhutanan sosial. Hari ini, masyarakat sudah memiliki tanah secara legal, jangan langsung dimasukkan sebagai jaminan dulu ya, ke depan saat jembatan sudah terbangun bapak-bapak dan ibu-ibu akan lebih mudah dalam memaksimalkan “kampung halaman” yang kita rindukan ini.”

“Kita melihat begitu banyak potensi yang dapat dikembangkan di Gampong ini, mengingat sebagian wilayahnya yang juga berada dalam kawasan hutan, Kuala Parek bisa difokuskan sebagai destinasi tujuan ekowisata di Kabupaten Aceh Timur. Adanya ekowisata juga akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Kuala Parek.” tambah M. Taufik yang juga sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Aceh Timur.

Baca juga:
Tingkatkan Kompetensi, PNS Jajaran Kemanag Aceh Diharapkan Kuliah Lagi

Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya, ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan.Ekowisata menjadi salah satu sektor penting dalalm perkembangan pariwisata di Indonesia. Pengelolaan sektor wisata yang baik akan membantu perkembangan beberapa sektor krusial untuk pembangunan Indonesia, salah satunya yakni sektor ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui sambutan Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib berkomitmen akan mengembangkan potensi yang ada di Desa Kuala Parek, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur. Belian megaskan, masyarakat yang selama ini berdomisili di Komplek Perumahan Gampong Labuhan Keude, sudah boleh secara berangsur segera pindah ke desa asal mereka yaitu Gampong Kuala Parek.

“Secara berangsur sudah saatnya masyarakat pindah ke Kuala Parek, karena desa yang menerima imbas bencana tsunami ini akan segera kita kembangkan, terutama potensi perikanan dan peternakan,” kata Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM. Thaib, SH., saat memberikan sambutan dan arahan pada kegiatan penyerahan sertipikat tanah sebanyak 65 bidang di Desa Kuala Parek, Sungai Raya, Selasa (8/9).

Bupati Rocky (sapaan akrab Bupati Aceh Timur) menambahkan, “Gampong Kuala Parek berpeluang untuk dikembangkan berbagai potensinya. Desa ini dikelilingi sungai dan kawasan hutan yang hamparannya dapat dijadikan budidaya ikan kerapu putih yang hasilnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Baca juga:
Pemerintah Aceh Akan Bangun Asrama Mahasiswa di Surabaya dan Malang

“Untuk membangun kembali Kuala Parek, tentu butuh anggaran, baik jalan atau jembatan penghubung dari Seuneubok Rawang (Peureulak Timur) ke Kuala Parek (Sungai Raya),” kata Bupati Rocky, seraya menambahkan, sektor pariwisata Kuala Parek, juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain Bupati Aceh Timur dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Timur, turut hadir Kepala Dinas Pertanahan Aceh Timur HB. Bandi Harfirdaus, dan Kepala Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Timur Zulbahri, perwakilan DPRK Aceh Timur, perwakilan Bappeda Aceh Timur, unsur Muspika Sungai Raya, aparatur desa, dan puluhan masyarakat Kuala Parek. (*)

Rubrik       : Pemerintah

Pos terkait