Korupsi Dana Desa, Mantan Keuchik dan Sekdes di Aceh Besar Terancam 20 Tahun Penjara

  • Whatsapp

BANDA ACEH, INFONANGGROE.com – Mantan Keuchik dan Sekdes Periode 2013-2018 Gampong Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar melakukan dugaan tindak pidana korupsi pada anggaran pendapatan dan belanja Gampong (APBG).

Hal tersebut membuat Polresta Banda Aceh menetapkan DAR (Mantan Keuchik) dan HUS Mantan Sekretaris) Desa Lamreh sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana desa. Selasa 1o November 2020.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha, SIK dalam kofersnsi persnya mengatakan adanya penyelewengan dana desa diduga telah terjadi dalam kurun waktu 2015-2017 yang bersumber dari APBG, APBN, dan APBK serta Pendapatan Asli Gampong (PAG) yang tidak dimasukkan ke kas desa.

Baca juga:
Cegah Pemuda dari Narkoba dan Chip Ansari Muhammmad Ajak Pemuda Berolahraga

“Kedua tersangka melakukan dugaan tindak pidana korupsi pada anggaran pendapatan dan belanja Gampong (APBG) yang bersumber dari dana desa dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 232 juta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kasus ini bermula adanya laporan dari masyarakat. Atas laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dengan melibatkan inspektor untuk dilakukan audit.

“Setelah kita mendapat laporan dari masyarakat, kemudian dilakukan penyelidikan. Kemudian kita berkoodinasi dengan inspektorat untuk menghitung atau audit apakah ada indikasi korupsi atau tidak,” ungkapnya.

Baca juga:
Pengurus OSIM Tingkat Aliyah Se Aceh Besar dan Banda Aceh di Bekali Ilmu Kepemimpinan

Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha menyebutkan penetapan dua tersangka itu setelah penyidik menemukan bukti kuat dalam tindak pidana korupsi yang dilakukannya.

“Hasil audit ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp232 juta lebih dari anggaran dana dsa Lamreh tahun anggaran 2015- 2017,” kata Ryan.

“Polisi sudah memeriksa 22 saksi dalam kasus tersebut dan akhirnya menahan kedua tersangka pada Kamis (5/11) lalu,” ujar Ryan.

Baca juga:
PC Pergunu Aceh Besar Gelar MUSCAB-1, Tgk Khasanda Dipercayakan Sebagai Ketua

Hasil penyelidikan, lanjut Ryan, dana tersebut ternyata digunakan oleh tersangka DAR dan HUS untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan desa setempat.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo Pasal 8 Undang – Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 tahun 2001.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tutupnya.

Rubrik       : Hukum, Nanggroe

Pos terkait