Detik-Detik Pesawat Air Africa Gagal Lepas Landas, Tabrak Pasar hingga Tewaskan 250 Orang

Detik-Detik Pesawat Air Africa Gagal Lepas Landas, Tabrak Pasar hingga Tewaskan 250 Orang
Foto: South African History Online

INFONANGGROE.COM – Sebuah kecelakaan pesawat mengerikan pernah mengguncang Kinshasa, Zaire, yang kini dikenal sebagai Republik Demokratik Kongo. Peristiwa yang terjadi pada 8 Januari 1996 itu menewaskan sedikitnya 250 orang setelah sebuah pesawat menghantam kawasan pasar yang dipenuhi aktivitas warga.

Kecelakaan tersebut melibatkan pesawat Air Africa jenis Antonov An-32. Insiden berlangsung sekitar pukul 12.43 waktu setempat ketika pesawat tengah berupaya melakukan lepas landas.

Bacaan Lainnya

Namun, pesawat hanya mampu terangkat beberapa meter dari permukaan tanah sebelum kehilangan kendali. Bukannya berhasil mengudara, pesawat justru meluncur ke arah sebuah pasar yang dipenuhi kios-kios kayu, dikutip dari Radio France Internationale (RFI).

Benturan tersebut membuat pesawat meluncur sejauh kurang lebih 100 yard atau sekitar 90 meter di sepanjang jalanan pasar. Tak lama kemudian, pesawat meledak dan terbakar.

Dampak kecelakaan itu sangat besar. Sedikitnya 250 orang dilaporkan meninggal dunia, dengan rincian 217 korban ditemukan di lokasi pasar dan 32 lainnya berada di kamar mayat rumah sakit. Mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Puluhan warga lainnya juga mengalami luka-luka. Sebagian korban mengalami luka bakar serius, sementara lainnya mengalami cedera parah akibat benturan pesawat.

Situasi semakin kacau setelah kejadian. Di tengah upaya penyelamatan, sejumlah warga berusaha membantu para korban yang masih hidup. Namun, ada pula orang-orang yang justru memanfaatkan situasi dengan menjarah barang-barang di pasar.

Bahkan, sejumlah pelaku dilaporkan melucuti perhiasan dari jenazah dan mengambil barang berharga dari potongan anggota tubuh korban.

Sementara itu, empat awak pesawat yang seluruhnya berkebangsaan Rusia berhasil menyelamatkan diri sebelum pesawat terbakar. Mereka kemudian diamankan oleh pihak kepolisian untuk menghindari amukan massa.

Setelah insiden tersebut, pejabat Angkatan Udara setempat menyebut pesawat diduga mengalami kelebihan muatan atau overloaded.

Tragedi ini juga dikaitkan dengan lemahnya regulasi penerbangan sipil serta menjamurnya maskapai swasta di Zaire. Kondisi tersebut tidak terlepas dari rusaknya jaringan transportasi darat dan situasi ekonomi negara saat itu.

Pos terkait