Nyaris Terseret Arus Banjir, Perjuangan Petugas Damkar Selamatkan Warga di Padang Jadi Sorotan

Nyaris Terseret Arus Banjir, Perjuangan Petugas Damkar Selamatkan Warga di Padang Jadi Sorotan
Istimewa

INFONANGGROE.COM – Aksi heroik petugas pemadam kebakaran (damkar) saat mengevakuasi korban banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi perhatian setelah salah seorang petugas nyaris terseret derasnya arus air. Di tengah situasi berbahaya, para petugas tetap berupaya menyelamatkan warga yang terjebak banjir.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Perumahan Lumin Park pada Sabtu (10/10/2026). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan sungai meluap dan merendam sejumlah permukiman.

Bacaan Lainnya

Dalam video yang diunggah akun Instagram @raviihsansaneda, terlihat empat petugas damkar bersiap melakukan evakuasi. Salah seorang petugas kemudian menerjang arus untuk membantu warga, tetapi derasnya air membuat tubuhnya sempat tertutup terjangan banjir dan hampir terseret.

Unggahan tersebut disertai keterangan yang menggambarkan risiko yang dihadapi petugas selama menjalankan tugas kemanusiaan. keterangan dalam video itu berbunyi:

“Detik detik petugas damkar hampir terbawa arus derasnya banjir, kami tau resikonya tetapi inilah perjuangan kami walaupun nyawa taruhannya,”, dikutip dari ayojakarta.

Aksi tersebut menuai respons warganet. Banyak yang menyampaikan doa serta apresiasi kepada petugas yang mempertaruhkan keselamatan demi menolong masyarakat.

Banjir Rendam Tiga Kecamatan

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sumatera Barat per Minggu (11/10/2026) pukul 03.34 WIB, banjir berdampak pada tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

Enam kelurahan terdampak meliputi Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, serta Gurun Laweh. Luapan Sungai Lubuk Minturun turut menggenangi kawasan permukiman, termasuk Lumin Park dan Batu Busuak.

Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai 1 hingga 2 meter. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan memutus akses jalan di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, Kecamatan Kuranji.

Data sementara mencatat 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Sementara itu, sebanyak 672 jiwa mengungsi di tiga lokasi di Kelurahan Kuranji, yakni kawasan tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa.

Data tersebut masih diperbarui seiring berlangsungnya pendataan di lapangan. Tim SAR gabungan juga dilaporkan telah mengevakuasi 238 jiwa dari sejumlah wilayah terdampak.

Rumah Terendam hingga Tanggul Rusak

Banjir mengakibatkan sekitar 120 rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, satu rumah mengalami kerusakan berat dan empat lainnya rusak sedang.

Kerusakan tanggul di daerah aliran sungai Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, turut menjadi perhatian. Perbaikan tanggul direkomendasikan untuk mengurangi risiko banjir berikutnya.

Operasi penyelamatan melibatkan BPBD, Basarnas Padang, TNI, Polri, Dinas Sosial, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Sejak Sabtu sore hingga malam, petugas mengevakuasi warga dari sejumlah lokasi, termasuk Koto Panjang Ikua Koto dan Lubuk Minturun. Dalam laporan awal, lebih dari 50 warga berhasil dievakuasi dari dua kawasan tersebut.

Bantuan kebutuhan dasar juga disalurkan kepada warga terdampak. Bank Nagari bersama Bagian Umum Pemerintah Kota Padang menyediakan 500 bungkus nasi, sedangkan BPBD Kota Padang menyalurkan 100 selimut. Dinas Sosial turut memberikan mi instan, paket makanan anak, perlengkapan keluarga, pakaian anak, dan kasur.

Wali Kota Padang bersama sejumlah pejabat daerah dan aparat keamanan juga meninjau kawasan Perumahan Cluster Luminpark untuk melihat kondisi banjir dan memastikan penanganan kebutuhan warga.

BNPB mendorong pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait mempercepat penanganan darurat, memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, serta menjaga keselamatan masyarakat. Hingga laporan awal Minggu (11/10/2026), proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung.

Pos terkait