INFONANGGROE.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, meluas hingga mendekati permukiman warga dan kawasan kampus Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari. Sejumlah titik api di kawasan Handil Bakti kembali membesar pada Rabu (7/10/2026), membuat petugas pemadam kebakaran dan relawan harus bekerja ekstra untuk mencegah kobaran merambat ke bangunan sekitar.
Kebakaran tersebut telah berlangsung sejak Selasa (6/10/2026). Titik api tersebar di beberapa kawasan yang berdekatan dengan rumah penduduk, sehingga penanganan dilakukan secara bergantian di sejumlah lokasi.
Anggota Pemadam Kebakaran Barito Kuala, Abdullah, menyebut api di beberapa titik sudah mendekati kawasan hunian warga. Kondisi itu membuat petugas harus bergerak cepat melakukan pemadaman.
“Untuk saat ini kebakaran lahan terjadi di Handil Bakti, beberapa titik sudah mendekati perumahan warga,” ujar Abdullah, Dikutip dari Kompas.
Sejumlah lokasi yang terdampak antara lain Kompleks Handil Bakti Indah, Griya Permata Persada Baru 2, kawasan Griya Noor dekat jembatan tembus Terantang, Taman Lenny Jaya Residence, Sungai Dua, Semangat Dalam, serta Persada Baru 2 dan 3 jalur 21.
Api Kembali Membesar di Belakang Kampus
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di lahan kosong belakang kampus UNISKA Muhammad Arsyad Al Banjari. Api di lokasi tersebut sempat ditangani pada Selasa sore, tetapi kembali muncul pada Rabu pagi dan kemudian meluas ke sejumlah titik.
Di tengah upaya pemadaman, petugas juga menghadapi kendala keterbatasan sumber air. Persoalan serupa terjadi di wilayah Marabahan yang turut mengalami kebakaran di banyak titik.
Abdullah mengatakan petugas telah melakukan penanganan sejak pagi dan harus berpindah-pindah lokasi. Ia juga mengungkapkan kondisi sulitnya sumber air di wilayah lain.
“Wilayah Marabahan juga banyak titik api, titik airnya juga sulit. Sampai saat ini masih terjadi,” katanya.
Water Cannon dan Helikopter Dikerahkan
Untuk memperkuat upaya pemadaman, kendaraan water cannon milik kepolisian turut dikerahkan membantu penanganan di darat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengirimkan satu unit helikopter Mi-8 untuk membantu pemadaman dari udara.
Hingga Rabu malam, petugas dan relawan masih berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak semakin meluas. Api dilaporkan telah mendekati sejumlah rumah dan kawasan kampus, tetapi belum ada informasi mengenai bangunan permukiman atau fasilitas kampus yang terbakar.





