Warga Beutong Ateuh Amankan Perempuan Usai Cekcok soal Aktivitas Survei di Alue Baroe

Warga Beutong Ateuh Amankan Perempuan Usai Cekcok soal Aktivitas Survei di Alue Baroe
Warga Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, berkumpul bersama aparat keamanan setelah mengamankan seorang perempuan yang diduga terlibat dalam kegiatan survei lokasi tambang, pada Sabtu (24/10/2026). Foto: untuk Bithe.co

INFONANGGROE.COM – Keributan terjadi di kawasan Alue Baroe, Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Sabtu (24/10/2026). Seorang perempuan berinisial CE diamankan warga setelah terjadi perselisihan terkait kedatangan rombongan yang diduga hendak melakukan survei dan mengambil sampel di kawasan tersebut.

Peristiwa itu bermula dari laporan warga sekitar pukul 11.00 WIB mengenai masuknya pihak perusahaan ke Alue Baroe. Kedatangan rombongan tersebut memicu pertanyaan masyarakat mengenai tujuan mereka dan kegiatan yang akan dilakukan di lokasi itu.

Bacaan Lainnya

Tokoh masyarakat Beutong Ateuh, Rusli, mengatakan warga yang lebih dahulu bertemu dengan rombongan telah memberikan peringatan. Namun, menurut keterangannya, rombongan tersebut tetap melanjutkan perjalanan ke lokasi dengan menunjukkan surat.

“Setelah menerima laporan itu, warga langsung beramai-ramai naik ke Alue Baroe. Warga yang lebih dahulu bertemu dengan rombongan tersebut sudah memberikan peringatan, tetapi tidak diindahkan. Mereka tetap menerobos masuk ke lokasi sambil menunjukkan surat,” kata Rusli, Minggu (25/10/2026), dikutip dari bithe.

Sekitar pukul 12.00 WIB, sejumlah warga perempuan mendatangi rombongan tersebut. Setibanya di area parkir mobil, warga meminta penjelasan melalui wawancara untuk mengetahui maksud kedatangan dan aktivitas yang akan dilakukan di kawasan Alue Baroe.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi adu mulut dan kerumunan massa. Rusli juga menyebut warga melihat dokumen PT EMM yang berkaitan dengan kegiatan pengeboran di tangan salah seorang anggota rombongan.

Ia menjelaskan, warga meminta kejelasan karena ingin mengetahui secara langsung tujuan kedatangan pihak tersebut. Namun, permintaan itu berujung pada perselisihan.

“Warga ingin mengetahui tujuan mereka masuk ke Alue Baroe dan kegiatan apa yang akan dilakukan. Namun, situasi semakin memanas hingga terjadi cekcok dan kerumunan massa,” ujar Rusli.

Dalam kejadian tersebut, CE disebut berlari menuju mobil milik seorang warga bernama M. Yakop. Insiden itu berujung pada pecahnya kaca belakang mobil tersebut.

Setelah keributan terjadi, warga membawa CE ke sebuah rumah di kawasan Beutong. Personel keamanan dari pos militer dan kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk menangani situasi.

Menurut Rusli, CE bersedia membayar kerugian akibat kerusakan mobil milik M. Yakop. Setelah kesediaan tersebut disampaikan, CE diserahkan kepada petugas Polsek Beutong untuk penanganan lebih lanjut.

“Setelah bersedia membayar kerugian atas kerusakan mobil warga, dia diserahkan kepada pihak keamanan Polsek Beutong dan dibawa turun ke jalan utama,” ujar Rusli.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun PT EMM terkait tujuan kedatangan rombongan, dokumen yang dibawa, serta aktivitas yang hendak dilakukan di kawasan Alue Baroe.

Pos terkait