INFONANGGROE.COM – Kabar kembalinya seorang pria bernama Jumaidi ke tengah keluarganya di Bongka Makmur, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian setelah bertahun-tahun dikabarkan meninggal dunia akibat tsunami Palu pada 2018. Keluarga yang disebut telah mengikhlaskan kepergiannya kini dikejutkan dengan informasi bahwa Jumaidi ternyata masih hidup.
Kisah tersebut mencuat melalui unggahan akun Facebook Nia Naura. Dalam kolom komentar, Nia menyebut pria yang kembali bertemu keluarganya itu memiliki nama asli Jumaidi. Meski demikian, identitas dan kronologi lengkap peristiwa tersebut masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.
Menurut cerita yang dibagikan Nia, Jumaidi sempat dibawa seseorang ke Morowali setelah bencana tsunami. Ia kemudian dikabarkan mengalami koma selama sekitar satu bulan dan kehilangan ingatan setelah sadar.
Menjawab pertanyaan warganet mengenai kondisi Jumaidi setelah bencana, Nia menjelaskan dalam kolom komentar:
“Dia lupa ingatan, setelah koma satu bulan, katanya dia dibawa sama orang di Morowali, terus akhirnya dibawa ulang ke Palu untuk kerja,” tulis Nia dalam kolom komentar saat menjawab pertanyaan warganet.
Setelah melewati masa tersebut, Jumaidi disebut kembali ke Palu pada 2023 dan bekerja di kota itu. Namun, belum diketahui secara pasti siapa yang membawanya ke Morowali, lokasi perawatannya, maupun bagaimana kehidupannya selama bertahun-tahun terpisah dari keluarga.
Informasi lain mengenai keberadaan Jumaidi turut disampaikan warganet bernama Gimpu Kodi Kalukubula. Ia menyebut Jumaidi bekerja di Qool It, sebuah tempat pencucian mobil di Kota Palu. Menurut warganet tersebut, Jumaidi juga kerap dipanggil Zen.
Meski begitu, informasi mengenai pekerjaan dan identitas tersebut belum dikonfirmasi secara langsung kepada Jumaidi maupun pihak tempatnya bekerja.
Hal yang membuat kisah ini menjadi perhatian adalah keluarga disebut telah menganggap Jumaidi meninggal dunia, bahkan dikabarkan telah memiliki akta kematian. Kebenaran mengenai status kematian tersebut masih perlu diperiksa melalui dokumen dan keterangan instansi terkait.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi yang memastikan seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari hilangnya Jumaidi saat tsunami Palu 2018, riwayat perawatannya di Morowali, hingga proses pertemuannya kembali dengan keluarga di Bongka Makmur.





