INFONANGGROE.COM – Pemerintah Malaysia segera ikut turun tangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Persetujuan untuk keterlibatan tersebut telah diberikan Pemerintah Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto menyambut tawaran bantuan dari Malaysia.
Kepastian itu disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi dalam konferensi pers di Jakarta. Ia mengatakan, persetujuan Presiden Prabowo menjadi dasar bagi Malaysia untuk bergabung dalam upaya menangani kebakaran sekaligus kabut asap yang terjadi di Kalimantan.
“Presiden Prabowo menyambut baik tawaran tersebut, yang berarti beliau telah memberikan persetujuan bagi Malaysia untuk bergabung dalam upaya mengatasi kabut asap dan kebakaran di Kalimantan,” kata Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari kompas.
Setelah persetujuan diberikan, Ahmad Zahid menyebut koordinasi antarlembaga menjadi langkah berikutnya yang perlu segera dilakukan. Koordinasi tersebut akan melibatkan kementerian, departemen, hingga berbagai lembaga terkait agar operasi bantuan dapat berjalan secara terpadu.
“Setelah persetujuan diperoleh dari Presiden Prabowo, koordinasi di tingkat kementerian, departemen, dan lembaga harus segera dilakukan. Saya berharap Kementerian Luar Negeri, dalam menjalankan koordinasi ini, akan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam operasi dapat bekerja secara terpadu,” ujar Ahmad Zahid.
Dalam penjelasannya, Ahmad Zahid juga menyinggung persoalan perusahaan yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. Ia menyebut perusahaan-perusahaan tersebut tercatat sebagai perusahaan Indonesia, meski terdapat kemungkinan sebagian kecil kepemilikan saham berasal dari pemegang saham asal Malaysia.
“Perusahaan-perusahaan tersebut terdaftar sebagai perusahaan Indonesia. Namun, dari segi kepemilikan saham, beberapa di antaranya mungkin memiliki sebagian kecil porsi saham yang dimiliki oleh pemegang saham asal Malaysia,” kata Ahmad Zahid.
Malaysia Kerahkan Pesawat, Helikopter, dan 52 Personel
Untuk mendukung penanganan karhutla, Malaysia telah menyiapkan sejumlah armada udara dan personel terlatih. Sabtu (19/9/2026), bantuan tersebut terdiri dari satu unit pesawat amphibious Bombardier CL-415MP, tiga unit helikopter pemadam, serta 52 perwira dan personel gabungan.
Personel yang dikerahkan berasal dari Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), serta Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM).
Ahmad Zahid yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Pengurusan Bencana Pusat Malaysia mengatakan, persiapan bantuan teknis tersebut akan dikoordinasikan oleh Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan bersama sejumlah lembaga terkait.
Koordinasi itu melibatkan NADMA, APMM, Departemen Meteorologi Malaysia, TUDM, Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM), serta instansi terkait lainnya.






