Misteri 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Menuju Anak Krakatau

Misteri 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Menuju Anak Krakatau
Lima jurnalis hilang kontak di sekitar Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau. (Foto: Istimewa)

INFONANGGROE.COM – Misi peliputan lima jurnalis ke kawasan Gunung Anak Krakatau, Banten, berujung pada hilangnya kontak pada Selasa (8/9/2026). Hingga kini, keberadaan rombongan yang berangkat menggunakan speedboat dari perairan Anyer tersebut masih menjadi teka-teki, memaksa tim SAR gabungan berpacu dengan waktu melakukan penyisiran intensif di sekitar Pulau Sebesi.

Para pewarta yang berada di dalam kapal tersebut terdiri atas Muhammad Bagus Khoirunas (Antara), Arie Basuki (Merdeka), Yudistiro (iNews), Daus (Anadolu), serta seorang jurnalis lepas bernama Donal.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data di lapangan, jejak komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pada pukul 16.00 WIB. Saat itu, hubungan telepon sempat tersambung dengan Muhammad Bagus Khoirunas selaku fotografer Antara Biro Banten. Sayangnya, sesaat setelah percakapan tersebut, seluruh akses komunikasi terputus total.

Kepala Siaga SAR Banten, Wahyu, menegaskan bahwa operasi pencarian terus dimaksimalkan. Pihaknya telah memetakan dan memantau sejumlah titik yang diduga kuat menjadi rute atau lokasi terakhir para jurnalis.

“Sampai sekarang tim SAR masih mencari kelima jurnalis yang lost kontak. Hingga pukul 16.44 belum ada informasi penemuan,” ujar Wahyu, dikutip dari iNews.

Sebagai ujung tombak pencarian, Basarnas telah memberangkatkan Tim 1 dari USS Pandeglang pada pukul 14.59 WIB. Regu penyelamat yang beranggotakan Agus, Sulaiman, Bagas, Wisnu, dan Agung, serta ditambah satu personel bernama Dedi, langsung menyisir area perairan dan daratan dari kawasan Pulau Sebesi hingga Gunung Anak Krakatau.

Langkah tim di lapangan sangat bergantung pada dinamika alam. Kondisi cuaca serta medan vulkanik menjadi faktor krusial yang turut memengaruhi kelancaran pencarian. Saat ini, posko utama terus menanti pembaruan laporan dari regu yang sedang bertugas.

Di tengah operasi, muncul informasi yang menyebutkan bahwa kelima jurnalis itu sempat singgah dan menginap di Pulau Sebesi. Terkait hal ini, tim SAR masih melakukan verifikasi dan pendalaman data untuk memastikan akurasinya.

Mengingat waktu yang terus bergulir, otoritas terkait meminta partisipasi aktif dari masyarakat sekitar yang mungkin melihat rombongan tersebut.

“Kami berharap jika ada yang memiliki informasi terkait keberadaan rekan-rekan jurnalis, dapat segera menginformasikan kepada tim SAR agar proses pencarian bisa lebih cepat,” kata Wahyu.

Pos terkait