INFONANGGROE.COM – Warga Kota Jantho kini menghadapi krisis air bersih akibat maraknya aktivitas tambang emas ilegal, sebuah kondisi yang memicu aksi protes warga lewat pemasangan spanduk penolakan di berbagai fasilitas publik.
Selama ini, masyarakat setempat sangat mengandalkan sumber air alami untuk bertahan hidup. Namun, situasi berubah drastis sejak keberadaan tambang tanpa izin tersebut. Aliran sungai kini menjadi keruh dan sumur-sumur warga mengering. Ironisnya, meski permukiman mereka berada tak jauh dari aliran sungai, warga kini terpaksa patungan untuk membeli air bersih.
Merasa semakin terdesak oleh dampak buruk lingkungan, warga menyuarakan protes keras. Dikutip dari kontrasaceh, sebuah spanduk bertuliskan “orang dalam rusak alam” dipasang di bundaran Simpang Polres Kota Jantho. Aksi pembentangan spanduk juga dilakukan di depan kantor DPRK dengan tulisan “jak pap ma“ dan “Bek kasangak jernihkan air sungai Krueng jalin”.
Pesan penolakan serupa juga menghiasi area depan kantor bupati. Di lokasi tersebut, terlihat spanduk berbunyi “buya Krueng teu dong dong, buya tamong meuraseuki”. Sementara di sampingnya, terpampang tulisan “JANTHO KOSONG, Jantho Butuh Air, Bukan Emas” serta “Selamatkan Sungai dan Sumur Kami”.
Melalui seruan di berbagai spanduk tersebut, warga sangat berharap keluhan mereka segera didengar dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait demi menyelamatkan lingkungan dan hak hidup masyarakat.






