Berpacu dengan Waktu di Himalaya: Evakuasi Sulit, Korban Tewas Banjir Bandang Tembus 1.225 Jiwa

Berpacu dengan Waktu di Himalaya: Evakuasi Sulit, Korban Tewas Banjir Bandang Tembus 1.225 Jiwa
Foto: REUTERS/Angad Dhakal

INFONANGGROE.COM – Sepekan berlalu, duka mendalam masih menyelimuti kawasan Pegunungan Himalaya. Tragedi banjir bandang mematikan yang menyapu perbatasan Nepal dan China kini mencatat angka yang menggetarkan hati: lebih dari seribu nyawa melayang dan hampir lima ribu orang lenyap tak berbekas, tertelan pusaran lumpur dan bongkahan es.

Bencana dahsyat yang terjadi pada 26 Agustus 2026 ini meluluhlantakkan wilayah perbatasan, dengan dampak paling parah dirasakan di Nepal dan Tibet. Berdasarkan laporan otoritas bencana Nepal yang dikutip dari detiknews pada Kamis (3/9/2026), sedikitnya 1.204 orang tewas di wilayah Nepal, sementara 4.216 lainnya masih dalam proses pencarian.

Bacaan Lainnya

Dampak mematikan juga menghantam sisi perbatasan China. Media pemerintah setempat mencatat 21 warganya tewas di kawasan Tibet, dengan 541 orang masih dinyatakan hilang.

Jika digabungkan, total korban jiwa dari kedua wilayah perbatasan ini telah mencapai 1.225 orang. Catatan kelam ini kian bertambah panjang dengan 4.757 korban yang hingga kini belum diketahui nasibnya.

Tragedi ini bermula dari runtuhnya bongkahan es dan material batu raksasa di ketinggian Himalaya. Runtuhan tersebut memicu air bah berskala besar yang membawa jutaan kubik lumpur, batu, hingga es. Arus mematikan ini menghantam apa saja yang dilewatinya, menyapu bersih permukiman warga dan merusak parah infrastruktur di sepanjang garis perbatasan.

Hingga saat ini, tim penyelamat dari Nepal maupun China terus menyisir area bencana. Namun, beratnya medan pegunungan yang ekstrem dan hancurnya akses jalan membuat proses evakuasi berjalan lambat dan penuh tantangan.

Pihak berwenang menyatakan bahwa angka korban tewas maupun hilang masih sangat mungkin berubah. Di tengah upaya tanpa henti dari tim SAR gabungan, tragedi ini resmi tercatat sebagai salah satu bencana alam paling mematikan yang pernah melanda kawasan Himalaya dalam beberapa tahun terakhir.

Pos terkait