Hari Tanpa Bayangan Kembali Melintasi Indonesia: Cek Jadwal Lengkap di Kota Anda!

Hari Tanpa Bayangan Kembali Melintasi Indonesia: Cek Jadwal Lengkap di Kota Anda!
Ilustrasi (Foto: Esti Widiyana)

INFONANGGROE.COM – Fenomena langka saat bayangan tubuh dan benda-benda tegak mendadak lenyap sejenak akan kembali menyapa masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Peristiwa astronomi yang dikenal sebagai Hari Tanpa Bayangan ini dipastikan berlangsung sepanjang periode semester kedua tahun 2026.

Dikutip dari detiknews, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis jadwal resmi kulminasi utama kedua yang mencakup 38 ibu kota provinsi sebagai acuan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung momen tersebut.

Secara ilmiah, Hari Tanpa Bayangan—atau yang juga disebut transit Matahari—terjadi ketika posisi Sang Surya berada persis di titik tertinggi atau zenith di atas kepala pengamat. Akibatnya, sinar Matahari jatuh tegak lurus ke permukaan Bumi dan membuat bayangan benda tegak menjadi sangat pendek hingga seolah-olah menghilang sepenuhnya.

Posisi geografis Indonesia yang membentang di sekitar garis khatulistiwa menjadikan wilayah Nusantara sebagai langganan fenomena ini. BMKG menjelaskan bahwa peristiwa ini berkaitan erat dengan posisi bidang ekuator Bumi yang tidak sejajar dengan bidang ekliptika, sehingga posisi Matahari tampak bergeser berkala dari 23,5 derajat Lintang Utara hingga 23,5 derajat Lintang Selatan sepanjang tahun.

Sepanjang tahun 2026, fenomena ini terjadi dalam dua gelombang. Periode pertama telah berlangsung antara 21 Februari hingga 5 April, sedangkan gelombang kulminasi utama kedua bakal menyapu wilayah Indonesia mulai 21 September hingga 21 Oktober 2026.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk mengamatinya, caranya terbilang sederhana. Cukup siapkan benda tegak—seperti tongkat atau pensil—lalu letakkan di atas permukaan tanah yang datar. Saat mendekati jam puncak kulminasi, bayangan benda tersebut perlahan menyusut dan menghilang, mengesankan seolah-olah benda melayang tanpa pijakan.

Mengingat posisi koordinat tiap daerah berbeda, waktu terjadinya kulminasi di setiap wilayah pun tidak seragam. Berikut jadwal resmi Hari Tanpa Bayangan kedua tahun 2026 di seluruh ibu kota provinsi di Indonesia:

Pulau Sumatra:

Banda Aceh: 8 September 2026 (12.36.30 WIB)

Medan: 14 September 2026 (12.20.56 WIB)

Tanjung Pinang: 20 September 2026 (11.55.46 WIB)

Pekanbaru: 21 September 2026 (12.07.23 WIB)

Padang: 25 September 2026 (12.10.20 WIB)

Jambi: 27 September 2026 (11.56.39 WIB)

Pangkal Pinang: 28 September 2026 (11.46.18 WIB)

Palembang: 30 September 2026 (11.51.02 WIB)

Bengkulu: 3 Oktober 2026 (12.00.05 WIB)

Bandar Lampung: 7 Oktober 2026 (11.46.52 WIB)

Pulau Jawa:

Serang: 9 Oktober 2026 (11.42.44 WIB)

Jakarta Pusat: 9 Oktober 2026 (11.40.02 WIB)

Bandung: 11 Oktober 2026 (11.36.24 WIB)

Semarang: 11 Oktober 2026 (11.25.02 WIB)

Surabaya: 12 Oktober 2026 (11.15.43 WIB)

Yogyakarta: 13 Oktober 2026 (11.24.51 WIB)

Pulau Kalimantan:

Tanjungselor: 15 September 2026 (12.05.53 WITA)

Pontianak: 23 September 2026 (11.35.08 WIB)

Samarinda: 24 September 2026 (13.03.40 WITA)

Palangka Raya: 29 September 2026 (11.14.52 WIB)

Banjarbaru: 2 Oktober 2026 (12.10.09 WITA)

Bali dan Nusa Tenggara:

Denpasar: 15 Oktober 2026 (12.05.00 WITA)

Mataram: 15 Oktober 2026 (12.01.27 WITA)

Kupang: 20 Oktober 2026 (11.30.33 WITA)

Pulau Sulawesi:

Manado: 19 September 2026 (11.34.33 WITA)

Gorontalo: 21 September 2026 (11.40.58 WITA)

Palu: 25 September 2026 (11.52.23 WITA)

Mamuju: 30 September 2026 (11.54.33 WITA)

Kendari: 3 Oktober 2026 (11.39.04 WITA)

Makassar: 6 Oktober 2026 (11.50.32 WITA)

Maluku dan Papua:

Sofifi: 21 September 2026 (12.22.58 WIT)

Manokwari: 25 September 2026 (11.55.31 WIT)

Sorong: 25 September 2026 (12.06.41 WIT)

Jayapura: 29 September 2026 (11.27.39 WIT)

Ambon: 2 Oktober 2026 (12.16.45 WIT)

Nabire: 2 Oktober 2026 (11.47.29 WIT)

Wamena: 3 Oktober 2026 (11.33.23 WIT)

Merauke: 15 Oktober 2026 (11.24.16 WIT)

Untuk membuktikan secara visual, pastikan Anda melakukan pengamatan tepat pada menit yang tertera dalam jadwal serta berada di bawah kondisi cuaca yang cerah tanpa tertutup awan.

Pos terkait