Gempa Susulan NTT Belum Berhenti, BNPB Catat 9.765 Kejadian dan Masih Berpotensi Terjadi

Gempa Susulan NTT Belum Berhenti, BNPB Catat 9.765 Kejadian dan Masih Berpotensi Terjadi
Foto: Ilustrasi Gempa (Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)

INFONANGGROE.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap jumlah gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah setelah gempa utama mengguncang wilayah tersebut. Hingga kini, tercatat sudah 9.765 gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sementara aktivitas seismik diperkirakan masih dapat berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

Dikutip dari detiknews, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah NTT yang sebelumnya diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,7 telah mengalami ribuan gempa susulan.

Bacaan Lainnya

“NTT dilanda atau mengalami gempa bumi 7,7 dan ini juga disusul gempa-gempa lanjutan. Kami memperoleh laporan atau data dari BMKG bahwa sebanyak 9.765 gempa susulan yang sudah terjadi,” kata Berton dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Minggu (30/8/2026).

Ia menjelaskan, gempa susulan terbesar yang tercatat memiliki kekuatan magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan magnitudo 1.

Selain itu, BNPB mencatat sebanyak 155 gempa susulan di antaranya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Yang sudah dirasakan atau dapat dirasakan sebesar 155 kali gempa. Dan gempa-gempa seperti ini kami tetap sampaikan bisa dialami hingga 3 sampai 4 minggu setelah gempa pertama terjadi,” ujar Berton.

Di sisi lain, BNPB memastikan tidak ada tambahan laporan korban jiwa dalam beberapa hari terakhir. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat gempa di NTT masih tetap sebanyak 111 orang.

“Setelah terjadi gempa, kami juga dapatkan laporan korban jiwa yang meninggal dan yang luka-luka. Per hari ini dan dari beberapa hari yang lalu kami tidak memperoleh lagi laporan adanya korban meninggal baru, sehingga total yang meninggal adalah 111 orang,” tutur Berton.

Pos terkait