Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Tembus 931 Orang, Kelompok Usia Muda Paling Banyak Terpapar

Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Tembus 931 Orang, Kelompok Usia Muda Paling Banyak Terpapar
Ilustrasi Kasus HIV (Foto: Chat GPT)

INFONANGGROE.COM – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mencatat angka kumulatif kasus HIV/AIDS di wilayah setempat telah menyentuh 931 kasus sepanjang rentang waktu 2008 hingga Juli 2026. Sepanjang Januari sampai Juli 2026 saja, ditemukan sebanyak 56 kasus terkonfirmasi baru.

Dominasi pasien pada penemuan kasus baru tersebut berada pada kelompok laki-laki. Dikutip dari AJNN, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banda Aceh, Supriadi, mengonfirmasi bahwa 53 dari 56 penderita baru—atau sekitar 95 persen—adalah pria, sementara pasien wanita berjumlah tiga orang (lima persen).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan demografi usia, kasus baru di tahun 2026 paling banyak mendera kelompok produktif usia 21–30 tahun dengan 21 kasus, disusul rentang 31–40 tahun sebanyak 20 kasus, dan usia 11–20 tahun sebanyak delapan kasus. Sisanya tersebar pada kelompok usia 41–50 tahun (empat kasus), usia 51–60 tahun (dua kasus), serta usia di atas 61 tahun (satu kasus). Tidak ada temuan kasus baru pada balita maupun anak usia 0–10 tahun.

Pola rentang usia tersebut sejalan dengan tren kumulatif sejak 2008. Usia 21–30 tahun menempati urutan teratas dengan total 414 penderita, diikuti usia 31–40 tahun (274 kasus), 41–50 tahun (94 kasus), 11–20 tahun (66 kasus), 51–60 tahun (39 kasus), anak usia 0–10 tahun (34 kasus), dan lansia di atas 61 tahun (10 kasus).

Dari sisi transmisi penularan, hubungan seksual sesama jenis (LSL/gay) menjadi faktor risiko dominan yang menyumbang 684 kasus atau sekitar 73 persen dari total akumulasi. Perilaku seksual berisiko lainnya mencatatkan 133 kasus (14 persen), penggunaan jarum suntik narkoba 30 kasus (tiga persen), transfusi darah tujuh kasus (satu persen), serta faktor lain yang tak teridentifikasi sebanyak 77 kasus (delapan persen).

Mengenai dinamika penemuan kasus per tahun, grafik penambahan sempat memuncak pada 2024 dengan 149 temuan baru, sebelum melandai menjadi 116 kasus pada 2025. Tren penurunan angka kasus ini berjalan sejajar dengan masifnya tes skrining di masyarakat, dari 10.317 tes pada 2024 naik menjadi 12.616 tes pada 2025.

Guna menekan laju penyebaran infeksi, Dinkes Banda Aceh mengintensifkan strategi pencegahan, edukasi, deteksi dini, hingga pengobatan. Langkah nyata yang ditempuh mencakup pelatihan kapasitas nakes, sosialisasi bahaya seks berisiko ke lingkungan sekolah dan perguruan tinggi, hingga pelaksanaan tes massal HIV dan sifilis.

Selain itu, skema penjangkauan aktif (mobile clinic) disiagakan ke titik-titik konsentrasi populasi kunci dengan menggandeng pendamping LSM. Dinkes juga mengaitkan jejaring skrining melalui razia penertiban Satpol PP, rumah singgah Dinas Sosial, serta berkolaborasi dengan PMI untuk menindaklanjuti calon pendonor darah yang terindikasi reaktif agar segera mendapat konseling dan pengobatan secara berkesinambungan.

Pos terkait