Viral Curhatan Anak Pasien Ortunya Diduga Ditolak di IGD RS Kini Meninggal

Viral Curhatan Anak Pasien Ortunya Diduga Ditolak di IGD RS Kini Meninggal
Ilustrasi rumah sakit (Foto: Getty Images/hxdbzxy)

INFONANGGROE.COM – Publik media sosial tengah dihebohkan oleh sebuah unggahan yang menceritakan dugaan penolakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung. Tragedi ini menuai simpati lantaran keluarga pasien menyebut sang ibu akhirnya meninggal dunia setelah diduga tidak mendapatkan penanganan semestinya di IGD tersebut.

Kisah pilu ini pertama kali mencuat melalui akun Threads @orghaveeeee. Sang pemilik akun membagikan pengalaman pahitnya saat membawa ibunya ke IGD RSUDAM karena kondisi kesehatannya yang kian merosot. Namun, menurut penuturan pihak keluarga, petugas medis saat itu menilai kondisi pasien belum masuk dalam kriteria gawat darurat, sehingga urung ditangani di ruang IGD.

Keluarga juga merasa kecewa karena menilai tenaga medis kurang menunjukkan empati ketika memberikan penjelasan.

“Dear RS Abdul Moeloek, mama saya yang kamu tolak di IGD yang katanya kondisinya nggak darurat itu sekarang sudah meninggal,” tulis akun tersebut meluapkan kekecewaannya.

Lantaran merasa tak mendapat penanganan darurat yang dibutuhkan, keluarga berinisiatif membawa pasien ke rumah sakit lain. Menurut unggahan yang sama, setibanya di rumah sakit rujukan yang baru, pasien dinyatakan dalam kondisi kritis, didiagnosis mengalami serangan stroke, hingga harus menerima transfusi empat kantong darah.

Menanggapi isu yang telah menyebar luas ini, manajemen RSUD Abdul Moeloek angkat bicara dan dengan tegas membantah isu penolakan pasien.

Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUD Abdul Moeloek, dr. Yusmaidi, menjelaskan bahwa pasien atas nama Zulaiha (52) tersebut tetap diterima dan telah menjalani proses pemeriksaan oleh petugas medis IGD.

“Dari hasil investigasi kami, tidak benar ada penolakan. Semua pasien yang datang ke Rumah Sakit Abdul Moeloek selalu kami terima. Ibu Zulaiha juga diterima dan dilakukan pemeriksaan di IGD,” tegas dr. Yusmaidi, dikutip dari Antara.

Yusmaidi memaparkan lebih lanjut bahwa berdasarkan temuan medis, pasien memang tercatat memiliki riwayat penyakit kronis. Kendati demikian, pihak rumah sakit tidak menutup mata terhadap keluhan keluarga dan berjanji akan melakukan pembenahan.

“Sebelumnya kami memohon maaf apabila ada perkataan maupun pelayanan dari kami yang dirasakan kurang berkenan bagi keluarga pasien maupun masyarakat Lampung. Itu menjadi evaluasi bagi kami,” tutupnya.

Pos terkait