Laporan Karhutla Gubernur Jambi ke Prabowo Tuai Sorotan, Data Lapangan Justru Menunjukkan Luas Lahan Terbakar Melonjak

Laporan Karhutla Gubernur Jambi ke Prabowo Tuai Sorotan, Data Lapangan Justru Menunjukkan Luas Lahan Terbakar Melonjak
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) sejumlah daerah dari Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (24/8/2026).(Sekretariat Presiden RI)

INFONANGGROE.COM – Laporan Gubernur Jambi, Al Haris, mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada Presiden Prabowo Subianto mendadak viral dan memicu kritik publik. Dalam rapat penanganan Karhutla secara daring, Al Haris menyampaikan bahwa seluruh titik api di wilayahnya telah berhasil dipadamkan dan hanya menyisakan titik panas (hotspot).

Namun, klaim tersebut berbanding terbalik dengan kondisi riil di lapangan. Hanya sehari setelah laporan disampaikan, luas area terdampak kebakaran justru meluas hingga bertambah 257 hektare.

Bacaan Lainnya

Padahal, Presiden Prabowo sempat mengonfirmasi ulang pernyataan tersebut untuk memastikan keabsahan data penanganan di wilayah Jambi.

“Sudah berkurang lagi? Tinggal 120 hotspot ya?” tanya Prabowo, dikutip dari Kompas yang mengutip tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

“Jadi tidak ada titik api, tidak ada ya?” lanjut Kepala Negara menegaskan.

“Tidak Pak, tidak ada Pak,” jawab Al Haris.

“Alhamdulillah, berarti tidak ada lagi kebakaran di Jambi?” respons Prabowo.

Al Haris kembali meyakinkan bahwa kondisi di daerahnya sudah aman dari kobaran api. “Kalau api, tidak ada Pak,” tegasnya, yang kemudian disyukuri kembali oleh Presiden.

Fakta Lapangan dan Data Satgas Karhutla

Pernyataan Gubernur Jambi tersebut berseberangan dengan temuan petugas di lapangan. Konfirmasi kepada personel yang bertugas menunjukkan bahwa sejumlah lokasi masih menyisakan kobaran api aktif, bukan sekadar titik panas.

Area yang masih terbakar antara lain berada di Desa Air Hitam (Kabupaten Sarolangun), Lagan Ilir (Mendahara, Tanjung Jabung Timur), serta wilayah Desa Pandan Sejahtera, Geragai, Rawasari, dan Berbak. Petugas menegaskan bahwa area-area tersebut masih menyisakan api yang belum padat sepenuhnya.

Kondisi ini sejalan dengan data Komandan Korem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, selaku Pelaksana Harian Dansatgas Penanganan Karhutla Provinsi Jambi. Dalam laporannya kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Nyamin memaparkan bahwa titik api aktif masih terdeteksi di Lubuk Nagodang (Sarolangun) dan Pandan Sejahtera, sementara wilayah Sungai Gelam yang sempat padam kembali mengeluarkan asap.

Hingga Selasa (25/8/2026), total luas Karhutla di Jambi tercatat mencapai 916,26 hektare, melonjak signifikan dari posisi hari sebelumnya sebesar 658,29 hektare.

Klarifikasi Pemprov Jambi

Menanggapi perbedaan informasi ini, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, membantah jika laporan Gubernur dianggap tidak akurat. Menurutnya, kondisi saat ini sudah masuk tahap pendinginan sehingga yang terdeteksi merupakan titik panas yang menimbulkan asap, bukan titik api baru.

Ariansyah menambahkan bahwa tim di lapangan tetap siaga mengawal proses pendinginan agar material terbakar tidak kembali menyalakan titik api baru.

Pos terkait