Sempat Terjebak di Atap, 10 Pekerja Selamat dari Kebakaran Cikini

Sempat Terjebak di Atap, 10 Pekerja Selamat dari Kebakaran Cikini
Foto: Petugas telah mengevakuasi sejumlah orang yang terjebak di atap bangunan di Cikini, Menteng, Jakpus kebakaran. Para pekerja dievakuasi dalam kondisi selamat. (Devi)

INFONANGGROE.COM – Insiden kebakaran melanda sebuah gedung yang tengah dalam masa pengerjaan di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/8/2026). Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 10 pekerja yang sempat terjebak di dalam bangunan berhasil dievakuasi dengan selamat.

Perwira Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Pusat, Subady, mengonfirmasi bahwa proses penyelamatan kesepuluh pekerja tersebut dilakukan secara manual dari beberapa titik lantai gedung. Ia juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden ini, baik dari pihak pekerja maupun petugas Damkar.

Bacaan Lainnya

“Tadi kami datang memang ada beberapa yang kita evakuasi. Ada sekitar 10 orang. Evakuasi menggunakan proses manual. Alhamdulillah, info terakhir tak ada korban jiwa dari pekerja dan anggota,” kata Subady di lokasi kejadian, dikutip dari detikNews.

Peristiwa kebakaran ini pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pukul 14.45 WIB. Sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah pekerja yang mengenakan seragam dan helm proyek sempat terlihat naik ke area atap gedung untuk mengamankan diri dari kepulan asap dan penyalaan api. Para pekerja tersebut tampak tetap tenang menunggu bantuan tiba sebelum akhirnya berhasil dievakuasi sekitar 20 menit kemudian.

Untuk menjinakkan si jago merah, pihak Damkar mengerahkan 105 personel beserta 22 unit mobil pemadam. Salah satu armada yang diturunkan adalah bronto skylift atau mobil dengan tangga hidrolik panjang yang difungsikan untuk memadamkan titik utama api di lantai 3.

“Unit bronto tadi dipakai untuk proses pemadaman, memang ada api di lantai 3,” ungkapnya melansir laporan yang sama.

Saat ini, kobaran api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Meski demikian, petugas Damkar di lokasi masih terus melakukan proses penyemprotan dan pendinginan guna memastikan tidak ada api yang kembali menyala. Sementara itu, penyebab pasti dan kronologi awal terjadinya kebakaran masih belum diketahui.

Pos terkait