PIDIE JAYA – Ada pemandangan hangat di Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 turun langsung mendatangi rumah-rumah warga (home visit) untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis, 19–21 Juli 2026.
Aksi jemput bola ini meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV), cek tekanan darah, pemeriksaan kadar glukosa darah, hingga edukasi pencegahan stunting.
Program sosial ini melibatkan kolaborasi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Mulai dari Fakultas Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, PPKn, hingga Kehutanan.
Selama tiga hari, mahasiswa menyusuri permukiman warga. Khusus untuk pemeriksaan medis, kegiatan ini dipandu langsung oleh mahasiswa kedokteran dan keperawatan di bawah penanggung jawab Nayfa Fathia Namiko dan Dina Syifa Rahma. Warga tampak antusias memanfaatkan layanan ini tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Lahir dari Observasi Lapangan
Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana, menjelaskan bahwa program ini tercetus usai kelompoknya merampungkan observasi langsung di tengah masyarakat.
“Kami melihat banyak warga yang membutuhkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara langsung. Karena itu, kami berinisiatif mendatangi rumah warga agar jangkauannya lebih luas,” ujar Ari sambil tersenyum.
Menurut Ari, pendekatan humanis ini dipilih agar kehadiran mahasiswa tidak hanya meninggalkan program fisik, tetapi juga ikatan emosional yang kuat dengan warga desa.
“Kami ingin kehadiran KKN ini benar-benar berdampak. Membangun kedekatan lewat home visit membuat edukasi kesehatan terasa jauh lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Apresiasi Pemerintah Desa
Inisiatif kreatif mahasiswa USK ini mendapat pujian tinggi dari Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril. Ia menilai program tersebut sangat membantu warganya dalam memantau kondisi kesehatan sekaligus menambah wawasan pencegahan penyakit.
“Kegiatan ini sangat luar biasa dan bermanfaat bagi masyarakat kami. Kami berharap kolaborasi positif seperti ini terus berlanjut,” ungkap Muhammad Syahril.
Selain berdampak langsung pada warga, aksi kemanusiaan ini turut menyokong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta poin ke-17 terkait Kemitraan untuk Mencapai Tujuan antara mahasiswa dan masyarakat desa.






