PIDIE JAYA – Mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX resmi memaparkan agenda pengabdian mereka di Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Sabtu (11/7). Diskusi bersama aparatur gampong ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan program mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat.
Kelompok yang terdiri dari tujuh mahasiswa lintas disiplin ini membawa visi “Mengabdi dengan Sinergi, Bergerak untuk Negeri”. Mereka berkomitmen menghadirkan solusi edukatif di bidang kesehatan, pendidikan, hingga kesiapsiagaan bencana.
Program Kerja Berbasis Solusi
Ketua Kelompok Reguler 11, Ari Maulana, menjelaskan bahwa seluruh agenda telah dirancang berdasarkan kebutuhan lapangan. “Kami tidak ingin program ini hanya menjadi rutinitas KKN. Kami ingin setiap langkah yang diambil memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Program kerja yang akan dilaksanakan mencakup Sosialisasi Pencegahan Bullying pada Anak, Sosialisasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), edukasi serta praktik Cuci Tangan Enam Langkah, dan Pengenalan Tas Siaga Bencana. Selain itu, terdapat program Gerakan Administrasi Dokumen Aman dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana (GERADAM), pembuatan infografis terkait pencegahan pembalakan dan pembakaran hutan, home visit yang meliputi edukasi stunting serta pemeriksaan kesehatan (TTV dan glukosa darah), Lomba Fashion Show Anak, serta berbagai program penunjang lainnya.
Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, guna membangun komunitas yang lebih sehat, peduli lingkungan, tanggap bencana, dan berkarakter.
Dukungan Penuh Aparatur Gampong
Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, menyambut hangat inisiatif tersebut. Ia menilai program yang dibawa mahasiswa sangat relevan dengan kebutuhan warga, terutama generasi muda.
“Kami mengapresiasi inovasi mahasiswa KKN USK. Program ini menyentuh lini krusial, mulai dari kesehatan hingga hukum. Pemerintah gampong siap berkolaborasi agar setiap kegiatan berjalan lancar dan berkesan bagi masyarakat,” ungkap Syahril.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Muhammad Sayuthi, turut berpesan agar mahasiswa menjaga etika dan menjalin komunikasi yang baik dengan warga. Ia berharap KKN ini menjadi ruang belajar yang bermakna, di mana mahasiswa dapat memberikan teladan positif serta mengedepankan nilai-nilai keikhlasan dalam pengabdian.
Kegiatan pemaparan ini diakhiri dengan diskusi hangat dan makan bersama, yang menjadi simbol dimulainya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat Gampong Cut Langien selama sebulan ke depan.






