Diduga Gantung Diri, Mahasiswa USK Ditemukan Meninggal oleh Rekan Sekamar

Diduga Gantung Diri, Mahasiswa USK Ditemukan Meninggal oleh Rekan Sekamar

BANDA ACEH – Seorang mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) bernama Azmil Firansyah (18) ditemukan tak bernyawa di salah satu kamar asrama mahasiswa USK, tepatnya di Jalan Inong Balee, Gampong Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, pada Minggu (23/8/2026) sore. Ia diduga mengakhiri hidupnya sendiri.

Kejadian ini pertama kali diketahui sekitar pukul 18.25 WIB. Mahasiswa asal Kabupaten Aceh Singkil tersebut ditemukan oleh rekan satu asramanya, Habibi (18), yang saat itu tengah mencari kursi untuk belajar.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Syiah Kuala AKP Alven Febrino, mewakili Plt. Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho, menyampaikan bahwa tim kepolisian telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal sekaligus olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut keterangan saksi, sejak sore itu korban sempat mengeluh kondisi badannya tidak enak dan demam. Sekitar pukul 15.00 WIB, saksi masih melihat korban duduk di dekat kamar sedang memotong kuku dengan tatapan kosong, sebelum akhirnya turun ke lantai bawah.

Setelah itu, saksi melaksanakan salat Ashar. Karena hendak belajar, ia naik ke lantai dua asrama untuk mencari kursi, namun tidak berhasil menemukannya. Barulah sekitar pukul 18.25 WIB, saat kembali naik ke lantai tiga, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di kusen pintu kamar.

Mengetahui hal itu, saksi segera berupaya menahan dan mengangkat tubuh korban sembari berteriak meminta bantuan. Beberapa penghuni asrama lain yang mendengar langsung berdatangan dan bersama-sama membantu menurunkan korban ke lantai.

Saksi sempat memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP), namun korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Korban lalu dipindahkan ke lantai satu asrama sambil menunggu kedatangan bantuan medis.

Pihak asrama sempat menghubungi ambulans RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), namun proses evakuasi disyaratkan harus didampingi petugas kepolisian. Karena itu, rekan-rekan korban akhirnya membawa korban menggunakan ambulans dari Rumah Sakit Pendidikan USK serta fasilitas kesehatan terdekat. Ambulans tiba di lokasi sekitar pukul 19.21 WIB dan langsung membawa korban ke RSUDZA.

Sekitar pukul 21.00 WIB, tim Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP sekaligus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi terkait kronologi kejadian.

Pihak keluarga korban, sebagaimana disampaikan kepolisian, memilih tidak meminta visum et repertum dan berharap jenazah dapat segera dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Aceh Singkil. Sejumlah saksi juga telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh.

Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami peristiwa tersebut guna memastikan secara pasti rangkaian kejadian yang menyebabkan mahasiswa itu meninggal dunia.

Pos terkait