ACEH BESAR, INFONANNGGROE.COM – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menetapkan Abdul Muchti sebagai Ketua, Sekretaris T Rusta Firdaus dan Bendahara M Faisal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten Aceh Besar. Penetapan itu dilakukan dalam Musyawarah Daerah PAN yang digelar di Kantor DPW PAN Aceh, bersamaan dengan pengukuhan 18 ketua DPD PAN kabupaten/kota lainnya di seluruh Aceh.
Usai menerima mandat tersebut, Abdul Muchti langsung mematok target besar dengan memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput. Langkah awal yang akan ditempuh adalah menyusun kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh 23 kecamatan di Aceh Besar, sekaligus mengonsolidasikan sumber daya PAN yang ada, termasuk menjalin silaturahmi dengan para tokoh partai serta membangun basis relawan di setiap tempat pemungutan suara (TPS).
“Jumlah TPS di Aceh Besar lebih dari seribu titik. Kehadiran relawan di setiap TPS menjadi kunci untuk menguatkan kerja-kerja organisasi sekaligus mesin pemenangan partai,” kata Muchti, Minggu (15/2/2026).
Ia menegaskan, PAN tak sekadar ingin mempertahankan delapan kursi di DPRK Aceh Besar yang diraih pada pemilu sebelumnya. Targetnya lebih tinggi menjadikan PAN sebagai partai pemenang di Aceh Besar.
“Minimal tetap delapan kursi, tapi target kita harus lebih. Setiap partai tentu ingin menjadi nomor satu di wilayahnya. Kalau bisa naik menjadi 10 atau 11 kursi, itu tentu membutuhkan kerja yang ekstra keras dan kekompakan seluruh lini partai,” ujarnya.
Muchti mengakui, persaingan politik ke depan akan semakin ketat. Semua partai, kata dia, pasti mengerahkan kekuatan penuh demi merebut kursi legislatif, apalagi jika skema pemilu legislatif benar-benar menjadi penentu utama arah kebijakan daerah.
“Artinya, konsolidasi internal harus jauh lebih serius. Kader tidak boleh bekerja setengah-setengah. Semua harus bergerak sampai ke lapisan paling bawah,” katanya.
Dalam strategi pemenangan, PAN Aceh Besar akan menyasar seluruh segmen pemilih, termasuk komunitas dayah dan pelajar. Menurut Muchti, pendidikan politik harus menjangkau ruang-ruang pendidikan agar generasi muda tidak apatis terhadap politik.
“Kita akan turun ke dayah dan sekolah. Pendidikan politik tidak cukup hanya di masyarakat umum. Anak muda harus dilibatkan karena lewat politik kita bisa mendorong perubahan dan kemajuan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, tidak ada wilayah yang akan diabaikan. “Di Aceh Besar banyak dayah. Kita akan bangun silaturahmi dan kehadiran di sana. Baik di dayah maupun sekolah, pemahaman tentang politik harus diperkuat,” katanya.
Sementara itu, menanggapi kepemimpinan Bupati Aceh Besar Muharram, Muchti menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pemerintah Aceh Besar. Salah satunya pengisian sejumlah jabatan strategis yang masih kosong.
“Semua Fraksi di DPRK Aceh Besar sudah menyuarakan ini. Kekosongan kepala dinas dan kepala bidang harus segera diisi. Tanpa struktur yang lengkap, sulit mengharapkan kinerja maksimal untuk mewujudkan visi dan misi bupati,” ujarnya.
Menurut Muchti, percepatan pengisian jabatan menjadi kunci agar roda pemerintahan berjalan efektif. “Kalau ini bisa segera diselesaikan, dinas-dinas dapat bekerja optimal, dan target pembangunan daerah lebih cepat tercapai,” tutupnya.






