Ketua DPRK Aceh Besar Instruksikan Posko Siaga, Puskesmas 24 Jam, dan Pengawasan Sembako

Ketua DPRK Aceh Besar Instruksikan Posko Siaga, Puskesmas 24 Jam, dan Pengawasan Sembako

ACEH BESAR, INFONANGGROE.COM – Tiga hari terakhir, banyak warga Aceh Besar kesulitan mendapatkan kabar keluarga yang sedang berada di lintas utara maupun barat. Akses jalan yang terputus dan jaringan informasi yang belum stabil membuat warga cemas karena tidak mengetahui kondisi orang terdekat mereka.

Dalam kegiatan Bakti Sosial dan Donasi PDGI Aceh Besar di Dayah Bastanus Salamah, Jumat, 28 November 2025, Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti menegaskan bahwa Posko Bencana Aceh Besar yang telah dibentuk pemerintah harus bekerja lebih maksimal. “Posko sudah ada, sekarang tugas kita memastikan posko ini benar-benar menjadi pusat informasi bagi warga. Setiap laporan tentang keluarga yang tertahan di perjalanan harus ditindaklanjuti cepat,” ujar Abdul Muchti.

Bacaan Lainnya

Ia meminta BPPD Aceh Besar mengaktifkan sistem pelaporan warga dan mempercepat verifikasi lapangan. Ketua DPRK juga menekankan pentingnya respons cepat dari jajaran di tingkat gampong. Abdul Muchti menginstruksikan camat, keuchik, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk mendata setiap laporan warga dan mengirimkan informasi ke posko secara berkelanjutan. “Camat dan keuchik harus proaktif. Jangan menunggu laporan menumpuk. Kita pastikan tidak ada warga yang hilang informasi,” tegasnya.

Ketua DPRK juga memberi perhatian khusus pada kesiapan layanan kesehatan, mengingat banyak Puskesmas berada di jalur lintas dan berpotensi menjadi tempat singgah warga yang terdampak situasi darurat. “Seluruh Puskesmas di Aceh Besar harus siaga. IGD harus buka 24 jam dan melayani siapa pun yang datang, dari wilayah mana saja. Kita tidak tahu siapa saja yang terpaksa berhenti atau membutuhkan pertolongan di jalur lintas. Pelayanan harus dipastikan berjalan tanpa hambatan,” kata Abdul Muchti.

Menanggapi penetapan status darurat provinsi selama 14 hari, ia juga mengarahkan Diskopukmdag Aceh Besar untuk menjaga kestabilan stok dan harga barang pokok. “Diskopukmdag harus memastikan tidak ada gejolak harga. Pantau pasar, pastikan distribusi barang berjalan, dan cegah panic buying. Ini tugas yang harus jalan setiap hari,” tegasnya.

Ia kembali mengimbau warga Aceh Besar untuk tetap tenang dan tidak membeli kebutuhan pokok secara berlebihan. Kepada para pedagang, ia menegaskan pentingnya menjaga harga tetap wajar selama masa darurat.

Di akhir penyampaiannya, Abdul Muchti menegaskan komitmen DPRK untuk memastikan seluruh informasi bencana tersampaikan secara cepat dan akurat melalui posko. “Kita hadapi situasi ini bersama. DPRK Aceh Besar siap menerima laporan warga dan memastikan posko bekerja optimal,” tutupnya.

Pos terkait