BANDA ACEH, INFONANGGROE.COM – Dalam gelombang kemanusiaan yang tak kenal lelah, Tim Relawan Aceh Tangguh akhirnya memutuskan untuk menembus lebih dalam lagi ke wilayah hulu Aceh Tamiang, tempat yang hingga kini masih terkungkung dalam kesendirian dan dampak banjir yang begitu parah. Sebagian warga di sana masih terisolasi, minim tersentuh bantuan meski banjir sudah mereda dan bencana pun mulai berlalu. Akses dasar dan bantuan logistik masih sulit dijangkau, sementara keadaan darurat terus mengancam kehidupan mereka.
Relawan Aceh Tangguh dengan tekad bulat merencanakan misi kemanusiaannya. Dimulai pada 20 Desember 2025 hingga akhir tahun, mereka akan bergerak serentak menuju dua desa yang masih terdampak parah, yakni Desa Tanjung Geulumpang dan Desa Lubuk Sidup. Kedua desa ini terletak di kawasan hulu Aceh Tamiang, wilayah yang seolah masih tertinggal dari perhatian, masih bergulat dengan keterbatasan akses dan kebutuhan dasar yang mendesak.
Yulfan, salah seorang anggota Tim Relawan Aceh Tangguh yang juga merupakan bagian dari Komunitas Tikar Padan, mengungkapkan bahwa tim dibagi dalam dua regu dengan misi yang berbeda namun tetap saling menguatkan. Regu A akan melanjutkan operasi kemanusiaan di Desa Tanjung Geulumpang, yang meskipun sudah dibuka aksesnya, masih memerlukan bantuan besar untuk memperkuat pemulihan. Sementara itu, Regu B, dengan semangat yang tak tergoyahkan, akan memasuki Desa Lubuk Sidup, desa yang relatif masih terputus dari dunia luar, minim akses darat yang bisa menjangkau.
“Desa Lubuk Sidup masih dalam kondisi relatif terisolasi. Akses jalan darat masih belum pulih, dan masyarakat di dalam desa itu hidup dalam kegelapan, tanpa listrik, tanpa jaringan komunikasi, tanpa air bersih, dan tanpa logistik yang memadai. Itu sebabnya kami tak bisa mundur,” ujar Yulfan, penuh tekad.
Pun keputusan untuk tetap masuk ke Lubuk Sidup, meski dapur umum telah didirikan oleh BPBD, bukanlah keputusan yang mudah. Pasalnya, bantuan yang ada baru mencapai wilayah kaki bukit, sementara warga yang berada lebih dalam masih berada dalam keadaan sangat memprihatinkan. Mereka hidup dalam kesulitan ekstrem, jauh dari jangkauan bantuan.
Operasi kemanusiaan ini semakin kuat dengan bergabungnya Forum Mahasiswa Aceh Dunia (FORMAD) yang berbasis di Singapura. Regu A, dengan bantuan FORMAD, akan memperkuat distribusi bantuan di Desa Tanjung Geulumpang, memastikan bantuan sampai tepat ke tangan mereka yang membutuhkan. Sementara itu, Regu B akan berfokus pada satu tujuan: membuka isolasi dan memastikan bahwa warga Desa Lubuk Sidup tidak lagi terputus dari dunia luar, tidak lagi terkubur dalam kesendirian yang penuh penderitaan.
Misi kemanusiaan ini bukan hanya soal distribusi bantuan, tetapi tentang menyalakan harapan, memberikan kembali kehidupan yang sempat hilang, dan menjawab panggilan nurani untuk membantu mereka yang paling terpinggirkan dalam bencana yang tak terbayangkan.
Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331.
#RelawanAcehTangguh #AcehTangguh #BeudohMeusaboh #BangkitBersama







