ACEH TAMIANG, INFONANGGROE.COM – Krisis air bersih dan terhentinya layanan pendidikan menjadi dua persoalan utama yang dihadapi warga Gampong Tanjung Geulumpang, Kecamatan Sekerak, pascabanjir bandang akhir 2025.
Laporan Relawan Aceh Tangguh mencatat seluruh sarana air bersih utama, termasuk sumur bor dan fasilitas pengolahan air minum, tidak berfungsi akibat rusak dan hanyut. Kondisi ini memaksa warga bergantung pada pasokan air darurat. Untuk merespons situasi tersebut, relawan mendistribusikan air bersih dan mulai menyiapkan dukungan sarana WASH darurat sambil menunggu penanganan permanen.
Pada sektor pendidikan, bangunan SD dan SMP tidak dapat digunakan, sementara TK kehilangan sebagian besar alat permainan edukatif. Akibatnya, anak-anak kehilangan ruang belajar dan aktivitas harian. Menyikapi kondisi ini, relawan memulai aktivitas dukungan psikososial sederhana dan mendorong penyediaan perlengkapan pendidikan darurat agar anak-anak tetap memiliki ruang aman.
Pelayanan kesehatan dasar juga belum berjalan optimal karena peralatan posyandu hanyut atau rusak. Relawan melakukan pendataan kelompok rentan, terutama lansia, balita, dan ibu, sebagai dasar penyaluran bantuan kesehatan dan obat-obatan dasar.
Menurut relawan, fokus penanganan saat ini adalah memastikan air bersih, pangan, dan perlindungan anak tersedia secara berkelanjutan. Rencana operasi kemanusiaan lanjutan dijadwalkan pada 20 Desember 2025 dengan pendekatan klaster bantuan berbasis kebutuhan riil masyarakat dan hasil musyawarah warga.
Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331. #relawanacehtangguh. (Donny Utoyo/Tim Relawan Aceh Tangguh)






