ACEH UTARA – Tiga bayi asal Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, diduga mengalami stunting atau kekurangan gizi kronis dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUCM).
Kondisi ketiga bayi tersebut dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit. Humas RSUCM, dr. Harry Laksamana, menyampaikan bahwa ketiganya mengalami gangguan gizi kronis yang sudah berlangsung cukup lama.
“Prinsipnya, tim dokter RSUCM mampu menangani keluhan kekurangan asupan gizi ini. Namun, ini adalah masalah jangka panjang yang memerlukan pemantauan berkelanjutan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan kader Posyandu di tingkat desa,” ujar dr. Harry, dilansir Kompas.com, Rabu (11/6/2025).
Ia menekankan pentingnya peran aktif keluarga dalam mendukung pemulihan anak-anak yang mengalami stunting. “Kami selalu minta agar keluarga rutin berkonsultasi ke poli anak. RSUCM juga memiliki poli gizi dan dokter spesialis untuk penanganan yang lebih komprehensif,” jelasnya.
Menurut dr. Harry, salah satu dari tiga bayi yang dirawat bahkan telah menunjukkan gejala gangguan pada kulit. “Untuk kasus ini, kami juga melibatkan dokter spesialis kulit,” tambahnya.
Sementara itu, dokter spesialis anak RSUCM, dr. Elli Kusmayati, Sp.A., mengatakan bahwa ketiga bayi yang dirawat berusia antara 12 hingga 20 bulan dan sudah mengalami infeksi kronis.
“Penanganan kami fokus pada pemantauan asupan protein serta intervensi medis khusus,” kata dr. Elli. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala stunting pada anak.
“Segera konsultasi ke dokter jika ada kekhawatiran mengenai tumbuh kembang anak. Deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin. Imunisasi dan pola gizi juga harus diperhatikan,” pungkasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh Utara per Mei 2025, sebanyak 1.562 jiwa atau 3,7 persen dari total penduduk kabupaten tersebut tercatat mengalami stunting. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 1.966 kasus atau 4,8 persen dari populasi lebih dari 633 ribu jiwa.






